Pilkada Langsung atau Dipilih Dewan?

Baca Kompas hari ini jadi punya uneg2 n opini..

Coba bayangkan bagaimana jika pemilihan kepala daerah mulai dari pilkada hingga pilgub dilakukan oleh dewan, tentu akan sangat kuat politik uang dan kekuasaan yang berbicara. Kita sudah sampai dititik rakyat dapat memilih langsung meski ini bukanlah hal sempurna, masih banyak yg harus dibenahi tapi tentu lebih baik ketimbang DPRD yg memilih, tahu sendiri perilaku anggota dewan saat ini seperti apa.

Lalu, jika kepala daerah dipilih dewan? Apakah mungkin walikota macam Pak Ganjar Pranowo, Pak Bima Arya, Pak Jokowi, Pak Ahok, Bu Risma, Pak Ridwan Kamil ada/muncul terpilih saat ini? Itu salah satu contoh efektifitas pemilihan langsung! Dan saya yakin mayoritas pilihan rakyat akan jauh lebih baik dari pilihan dewan.

saya tidak bermaksud untuk membela ahok, karena latar belakang ahok atau polemik ahok, ini bagian edukasi politik, ada progress yg lebih baik dengan munculnya tokoh-tokoh pemimpin daerah yg bisa diandalkan seperti mereka.

Saat ini saya percaya masih ada orang-orang baik, sehingga masih ada harapan untuk mengurangi yang buruk, membersihkan sistem birokrasi menjadi lebih baik.

*uneg-uneg ini efek baca Kompas dan kuliah dosen fisipol tadi sore

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Dukung Ahok

#DukungAhok

Mendukung Ahok adlh ttg kehidupan berbangsa ini. Apakah kita akan terus menerus tertawan oleh issue SARA atau kita mjd bangsa yg dewasa?

Akan menjadi tantangan yg sangat menarik bagi kita semua menguji kesiapan bangsa ini terbebas dari issue SARA

Dan akan menarik melihat negeri ini jauh lebih dewasa dalam berbangsa dibanding negara2 lain yg menganggap dirinya negara maju

Dan mendukung Ahok mjd puncak perjuangan melawan kebencian SARA di negeri ini. Kita uji apakah negara ini sudah maju atau masih primitif

Kita dukung Ahok bukan krn mata sipitnya, bukan karena agamanya. Tapi karena ketegasan dan kejelasan sikapnya.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Saatnya Naikkan Harga BBM Bersubsidi

alangkah baiknya bila pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

Bagi yang belum tahu. Tanpa pembatasan, kuota/jatah solar bersubsidi akan habis pada pertengahan November dan bensin premium akan ludes pada pertengahan Desember. Itu sebabnya akhir-akhir ini premium lebih cepat habis di beberapa kota.

Masyarakat tidak akan keberatan kalau misalnya harga BBM bersubsidi naik Rp 1.000 per liter, ketimbang sulit mendapatkan BBM. Apalagi saat ini jika terjadi kelangkaan BBM bersubsidi di SPBU, masyarakat harus membeli BBM nonsubsidi dengan harga hampir dua kali lipat. Atau membeli eceran di luar SPBU dengan harga yang jauh lebih tinggi. Belum lagi waktu, tenaga, biaya dan produktivitas masyarakat yg terbuang akibat mesti antri premium yg sulit dicari.

subsidi BBM tahun ini (2014) Rp 246 triliun dan 363 triliun tahun depan(2015). misal menaikkan harga Rp 1.000 per liter BBM bersubsidi, pemerintah akan hemat subsidi Rp 46 triliun per tahun, dengan asumsi konsumsi nasional sebesar 46 juta kilo liter. (sumber:investordaily 26/8/14) Dana sebesar itu sangat signifikan dan dana yang dihemat bisa dipakai untuk membangun berbagai infrastruktur dan program-program sosial utk masyarakat.

Yang jelas, kenaikan perlu bertahap agar masyarakat tidak shock dan inflasi bisa lebih dikendalikan. Pak SBY seharusnya tidak perlu takut dibilang tidak populer jika menaikkan harga BBM bersubsidi karena ini seperti menahan selang air,terus menggembung subsidinya.

Jika lewat pembatasan berharap masyarakat menengah atas pindah ke bbm non subsidi, itu sulit karena masyakarat kita sekarang belum sampai tahap kesadaran seperti itu. Mudah mudahan ada solusi dalam waktu dekat. Kita tunggu saja.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

KASUS KOPERASI CIPAGANTI

Kronologis Masalah

Kasus penipuan dan penggelapan dana yang dilakukan Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP) turut menyeret nama PT Cipaganti Cipta Graha Tbk (CPGT) karena keduanya berada dalam satu group yakni Cipaganti Group. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (20/7/2014), disampaikan perseroan bahwa CPGT dan KCKGP merupakan dua bidang usaha dalam satu payung Brand Cipaganti Group. Namun kendati dalam satu group yang sama badan hukum berbeda dan bisnis yang berbeda. Selama ini dalam pemberitaan terdapat kesan KCKGP dan CPGT menjadi satu karena sebagian besar pengurus KCKGP menjadi pengurus di CPGT dan menggunakan nama yang sama.

Modus yang dilakukan Andianti adalah menghimpun penyertaan modal dari mitra sejak 2008 hingga 2014. Dari situ terkumpul duit sekitar Rp 3,2 triliun. Berdasarkan kesepakatan uang koperasi ini akan diputar lewat usaha SPBU, transportasi, alat berat dan lainnya. Perusahaan yang lini bisnisnya di sektor transportasi ini sejak beberapa tahun terakhir mencoba peruntungan dengan menggarap sektor pertambangan melalui anak usahanya, PT Cipaganti Inti Resources dan juga menggarap bisnis alat berat melalui PT Cipaganti Heavy Equipment. Koperasi Cipaganti menawarkan keuntungan atau imbal hasil setiap bulan berkisar antara 1,4 persen sampai dengan 1,6 persen disesuaikan dengan masa kemitraan yang dipilih oleh investor yaitu antara 1 sampai 5 tahun. Untuk tenor satu tahun, imbal hasilnya 1,4 persen per bulan. Sedangkan untuk tenor dua tahun sekitar 1,5 persen per bulan dan 1,6 persen per bulan untuk tenor tiga tahun Untuk tenor 4-5 tahun, imbal hasilnya bisa mencapai 1,65-1,7 persen per bulan.

Pada bulan April 2014 lalu diketahui, kesehatan Cipaganti Grup mulai terganggu saat dana kelolaan yang diputar di perusahaan pertambangan milik Cipaganti menjadi tak maksimal karena kinerja bisnis pertambangan lesu. Otomatis, kondisi ini juga berimbas ke Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada yang selama ini memasok pendanaan untuk anak perusahaan Grup Cipaganti.

Perusahaan pun harus rela menjual aset-asetnya untuk melunasi utang. Tidak hanya itu, penjualan aset tidak produktif dilakukan untuk memenuhi kewajiban Koperasi Cipaganti memberikan imbal hasil kepada nasabah setiap bulannya. Sebab, selama ini Koperasi Cipaganti kesulitan membayar return per bulannya. Koperasi gagal bayar dan tidak berjalan sedangkan sisa uang mitra tidak jelas penggunaannya, dan cenderung tidak dapat dipertanggungjawabkan

 Pada 8 Mei 2014, pengurus Koperasi Cipaganti menyampaikan kepada mitra usaha perihal pembentukan tim restrukturisasi utang koperasi.?

Tim Restrukturisasi terdiri dari Penasehat Keuangan, Penasehat Hukum dan Penasehat Investor Relations yang berasal dari para profesional dan bersifat independen. Tim akan bekerja sama dengan pengurus koperasi guna merumuskan solusi yang komprehensif atas masalah yang sedang dihadapi oleh Koperasi. Tim ini akan mengevaluasi bisnis-bisnis serta pola restrukturisasi yang sesuai. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari komitmen pengurus Koperasi menyelesaikan persoalan yang ada. Tidak hanya itu, pembentukan tim ini diklaim sebagai salah satu bentuk itikad baik pengurus koperasi.

 Setelah membentuk tim restrukturisasi, pengurus koperasi Cipaganti mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Surat tersebut diajukan pada 19 Mei 2014. Dalam suratnya kepada mitra, pengurus koperasi Cipaganti mengatakan bahwa koperasi akan mengajukan rencana perdamaian melalui Pengurus PKPU kepada para Mitra dan kreditur. Apabila sebagian besar Mitra dan kreditur lain ?menyetujui Rencana Perdamaian ini pada Rapat Pemungutan Suara Rencana Perdamaian pada tanggal 1 Juli 2014, maka Koperasi akan berada di dalam status PKPU Tetap dimana Koperasi masih akan berjalan demi meningkatkan nilai harga kekayaan Koperasi. Apabila Rencana Perdamaian ditolak oleh kuorum, maka Koperasi akan dinyatakan Pailit.

Korban Kasus Fraud Koperasi Cipaganti.

Belum diketahui jumlah pasti, namun berdasarkan penyelidikan polisi, Koperasi Cipaganti memiliki mitra hingga 8.700 orang lebih sejak berdiri tahun 2007. Untuk menjadi seseorang mitra minimal harus menyetorkan modal uang Rp 100 hingga 300 juta.

Pelaku atau Penyebab Terjadinya Fraud

Kasus dugaan penipuan ini telah melibatkan 3 petinggi grup Cipaganti yakni Direktur Utama PT Cipaganti Citra Graha Tbk Andianto Setiabudi, Komisaris Utama Julia Sri Redjeki dan Komisaris Perseroan Yulinda Thendrawati yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mulanya Cipaganti  hanya berfokus pada transportasi darat, seperti bisnis sewa mobil, setelah semakin sukses bisnis Cipaganti terus berkembang menjadi jasa taksi, rental shuttle travel bus, dan sejenisnya. Tetapi belakangan, bisnis Cipaganti melebar. Mereka tergoda masuk ke pertambangan batu bara, rental alat-alat berat, properti, dan perbankan (BPR syariah). Kini, bisnis-bisnis itulah yang saya duga menjerat Cipaganti dan membuat CEO Cipaganti Group, AS, ditahan polisi karena dugaan penipuan dana milik ribuan nasabah Koperasi Cipaganti.

Jumlah dana yang berhasil dihimpun koperasi itu sejak 2007 mencapai Rp 3,2 triliun. Dana ini kemudian diinvestasikan ke berbagai anak usaha Cipaganti Group. AS ditahan karena koperasinya tidak bisa lagi membayar imbal hasil investasi kepada mitra-mitranya tadi. Alasannya, bisnis pertambangan batu bara ternyata tak seindah yang diimpikan banyak orang. Harga komoditi itu merosot sejak 2012. Ketika saya menelusuri lebih jauh soal imbal hasil yang ditawarkan, nilainya memang mengagetkan. Dengan menyetorkan dana minimal Rp100 juta, Koperasi Cipaganti berani menawarkan imbal hasil mulai dari 16,8% (tenor satu tahun) sampai mencapai 20,4% (tenor lima tahun). Semuanya fixed. Itu jelas sangat tinggi, melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi nasional ditambah dengan tingkat inflasi per tahun. Kita tahu, tahun 2014 ini pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan berkisar 5,5% dan inflasi berkisar 4,5%. Jadi, totalnya 10%. Nah, imbal hasil investasi Koperasi Cipaganti saya anggap tinggi karena angkanya di atas 10% per tahun. Iming-iming imbal hasil setinggi itu tentu menggiurkan pemilik uang yang ingin melipatgandakan kekayaannya tanpa harus bekerja keras. 

Padahal margin bisnis transportasi darat yang digeluti Cipaganti hanya berkisar 15%—masih di bawah imbal hasil yang dijanjikan Koperasi Cipaganti. Lalu, bisnis pertambangan adalah bisnis padat modal dan berjangka panjang. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa mengembalikan investasi yang sudah ditanamkan dalam bisnis ini.

Diduga lesunya bisnis batu bara membuat usaha tambang Cipaganti juga sudah berada dalam posisi point of no return. Untuk mencari dana guna membiayai investasinya, Cipaganti terpaksa membayar dengan harga mahal, sampai 20,4% pertahun. Dan, kini mereka tak sanggup membayarnya. Sebetulnya kasus gagal bayar dengan iming-iming imbal hasil yang tinggi, yang mirip dengan skema Ponzi, sudah berulang kali terjadi di negeri ini. 

Referensi

http://finance.detik.com/read/2014/06/25/150130/2619040/6/korban-koperasi-cipaganti-banyak-dari-kalangan-atas-yang-tergiur-untung-besar diakses Minggu, 17 Agustus 2014

http://economy.okezone.com/read/2014/07/20/320/1015357/lihat-rencana-penyelesaian-kasus-koperasi-cipaganti-di-sini diakses Minggu, 17 Agustus 2014

http://www.merdeka.com/uang/5-fakta-di-balik-kasus-gagal-bayar-koperasi-cipaganti/kinerja-perseroan-terganggu.html  diakses Minggu, 17 Agustus 2014

Mismatch Cipaganti, Rhenald Kasali ; Pendiri Rumah Perubahan, KORAN SINDO, 26 Juni 2014

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Anomali Pajak di Indonesia

Berbicara masalah perpajakan di Indonesia tentu kita mengetahui beberapa berita terkait pajak yang tentu masih terngiang-ngiang dibenak masyarakat Indonesia. Gayus Tambunan, Hadi Poernomo misalnya menjadi salah satu tokoh yang dikenal masyarakat. Belum lama ini bertemu sesi Perpajakan dengan dosen pajak ada beberapa fakta dan data yang dapat dihimpun mengenai sistem perpajakan di Indonesia.

SATU. Di Indonesia ada 12 juta perusahaan yang terdaftar, namun yang punya nomor pokok wajib pajak (NPWP) baru ada 5 juta perusahaan. Dari jumlah itu, yang melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan baru 540 ribu perusahaan, dengan setoran pajak sekitar Rp 500 triliun. Bisa dihitung berapa WP Badan yang belum taat pajak??

DUA. Jumlah potensial wajib pajak (WP) orang pribadi (WP OP) di Indonesia mencapai 67 juta, tapi yang terdaftar baru 20 juta WP OP. Dari jumlah itu, hanya 8,8 juta yang melaporkan SPT tahunan dengan setoran pajak sekitar Rp 5 triliun.

TIGA.Otomatis Tax Ratio di Indonesia masih rendah. Rasio pajak terhadap produk domestik bruto (tax ratio), baru sekitar 13%. Bandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia yang sudah 15,5% atau Thailand 17%, apalagi negara-negara maju yang sudah di atas 25%.

EMPAT. Indonesia masih kekurangan aparat pajak. Rendahnya penerimaan pajak ada kaitannya dengan jumlah aparat pajak yang tak sebanding dengan jumlah WP. Dengan populasi 240 juta jiwa, Indonesia hanya punya 32 ribu aparat pajak (rasio 1:7.700). Bandingkan dengan Australia (1:1.000), Jerman (1: 727), atau Jepang (1:1.818). Belum lagi jumlah kantor pelayanan pajak dan teknologi informasi (TI) yang masih minim.

LIMA. Semakin kedepan penerimaan negara yang berasal dari pajak semakin besar. RAPBN 2015, pendapatan negara ditargetkan Rp 1.762,3 triliun. Dari jumlah itu, penerimaan perpajakan mencapai Rp 1.370,8 triliun, di mana Rp 1.193,4 triliun atau 68%-nya berasal dari penerimaan pajak. Padahal tahun ini, penerimaan pajak yang sudah direvisi turun ditargetkan sekitar Rp 979,09 triliun.

Dari beberapa data diatas tentu kita mengerti bahwa DJP menanggung beban yang sangat berat untuk menggejot penerimaan pajak negara kita. Perlu reformasi perpajakan secara menyeluruh dari pembenahan SDM dan TI, serta semangat good governance yang bebas dari moral hazard untuk meningkatkan penerimaan pajak di Indonesia.

Reference:

  • Menggenjot Pajak –  Investor Daily, Selasa, 19 Agustus 2014
  • Nota Keuangan & RAPBN 2015
  • Beberapa artikel berita mengenai pajak
Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Catatan Servis Berkala 40000 KM, Tentang Magnetic Clucth dan AC Anda

IMG-20131220-00333aavanza 40000KM

Late Post.  Kali ini berbagi mengenai servis berkala  Avanza 40.000 KM. Beberapa kawan mengatakan bahwa bagaimana bisa mobil keluaran 2007 baru menempuh jarak 40.000KM setelah 7 tahun lamanya. Dengan entengnya tentu saya jawab ya memang jarang dipakai.  Tentu ini kabar baik bagi pengincar mobil bekas. Sampai-sampai ada kawan yang ingin meminang mobil ini, tapi dengan tegas saya katakan tidak untuk dijual.

Page1

4 Busi Denso, 4 liter TMO Semy Syntethic, Air Filter Element, dan Drive Belt

Kembali ke soal servis.. Seperti biasa tempat langganan Nasmoco Mlati. Seminnggu sebelum servis sudah booking terlebih dahulu dan janjian jam 8 pagi. Jam 7 berangkat dari rumah karena jauhhh.. Servis 40000Km tergolong servis besar karena servis ini interval 20000KM, jadi beberapa item sparepart perlu diganti selain oli dan filter oli yang setiap 10.000KM memang rutin diganti, Item khusus yang menjadi perhatian dalam 40.000KM antara lain filter udara, ganti busi, kuras dan ganti minyak rem, minyak power steering serta oli transmisi yang lain saya lupa. Untuk biaya servis bagi kendaraan diatas 5 sebenarnya tergolong mahal. Tentu berbeda jauh dengan biaya servis kendaraan baru dibawah 5 tahun dimana banyak ATPM yang memberi garansi berupa gratis jasa servis hingga 50.000KM atau 5 Tahun.

IMG-20131226-00350a

Magnetic Clucth AC

Yang menjadi perhatian atau catatan servis 40.000KM ini adalah Pertama, soal magnetic clucth pada kompressor AC yang  sudah mulai aus. Gejalanya adalah muncul  suara ngorok dan suhu blower AC yang dinginnya tidak konstan. Sebelum memutuskan ganti saya coba googling dulu untuk mencari tahu apakah benar magnetic clucth yang bermasalah. Tentu saya tidak ingin dibohongi mentah-mentah oleh beres (bengkel resmi). Setelah cari tahu mengenai masalah magnetic clucth dan menemukan harga pasar spart part tersebut akhirnya deal juga untuk diganti. Catatan ke-2 mengenai tali kipas apa namanya drive belt?? yang sudah getas sehingga dikhawatirkan putus. Langsung ganti saja karena harganya tidak seberapa dibanding tiba-tiba putus dijalan bisa lebih runyam. Catatan ke-3 mengenai kopling yang sudah mendekati aus. Soal ini saya pending dulu setelah SA mengatakan yah kemungkinan masih bisa 10.000KM lagi jika membawanya halus.

Dari SA saya dapat informasi rusaknnya Magnetic Clucth biasanya akibat dari cara pengoperasian AC yang tidak benar. Misalnya, ketika melaju pada kecepatan tinggi, setelan temperatur AC diposisikan pada level agak rendah. Tujuannya agar suhu kabin enggak terlalu dingin serta irit bahan bakar. Tapi efeknya, lantaran magnetic clutch jadi cepat putus..nyambung..putus..nyambung, saat terjadi di putaran mesin tinggi akan membuat gesekan clutch berlangsung kasar. Lama-lama ya MC jadi cepat aus. Jadi lebih baik set AC pada full dingin saja. 

 

Dipublikasi di Automotif... | Tinggalkan komentar

akuisisi BTN oleh Mandiri

Sejujurnya, wacana akuisisi terhadap BTN oleh PT Bank Mandiri Tbk merupakan strategi yang cerdas. Selain merupakan pemenuhan terhadap salah satu butir ketentuan pada Arsitektur Perbankan Indonesia (API) tentang single presence, juga merupakan rintisan bagi upaya menuju konsolidasi perbankan nasional agar menjadi bank yang kuat dan disegani, setidaknya di tingkat Asean.

Beberapa tahun silam, di era Menteri Negara BUMN Sugiharto, wacana serupa juga mengemuka, yakni rencana pengakuisisian BTN oleh bank yang lebih besar, dan ketika itu PT Bank Negara Indonesia Tbk yang digadang-gadang sebagai entitas usaha induk.

Sayangnya, selama proses pewacanaan aksi korporasi terhadap BTN itu, baik waktu itu maupun saat ini, terlalu banyak kalangan yang sebenarnya kurang memahami duduk persoalan sebenarnya bersikap kontra dan menyampaikan keberatan atas rencana tersebut.

Tidak sedikit bahkan pelaku maupun tokoh—yang mengaku pakar— industri properti, yang menjadi domain utama BTN, turut berkomentar di media massa bahwa aksi korporasi tersebut akan menghilangkan peran bank yang sudah memberikan kontribusi tidak kecil dalam pembangunan sektor perumahan di Indonesia tersebut.

Sejumlah media pun, yang tidak mendalami permasalahan tersebut, ikut-ikutan mengarahkan agar proses akuisisi tersebut tidak terwujud. Sering terbaca pemberitaan sejumlah media mengenai hal itu cenderung tidak berimbang, karena lebih mengedepankan aspek kontroversi.

Koran ini melihat adanya gejala pengelabuan publik terhadap isu akuisisi yang sebenarnya dimaksudkan untuk tujuan yang jauh lebih besar itu. Betapa tidak. Dengan akuisisi BTN oleh Mandiri ataupun bank lain yang jauh lebih besar, secara akal sehat akan menciptakan entitas bisnis yang lebih besar.

Mungkin di antara sejumlah penentang akuisisi itu masih rancu dengan program merger atau penggabungan usaha. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata akuisisi selain diartikan sebagai pemindahan kepemilikan perusahaan atau aset juga berarti cara memperbesar perusahaan dengan cara memiliki perusahaan lain.

Sedangkan merger diartikan sebagai pengambilalihan seluruh aktiva dan pasiva yang dimiliki suatu perusahaan untuk digabungkan dengan perusahaan yang mengambil alih atau perusahaan yang baru. Menilik pernyataan resmi kuasa pemegang saham—yang dalam hal ini Menteri BUMN—bahwa proses yang disiapkan adalah akuisisi, maka sebenarnya yang terjadi nantinya adalah perubahan kepemilikan saja.

Bila selama ini pemilik 60,14% saham adalah Menteri Keuangan, maka nantinya pemilik saham itu Bank Mandiri, yang 60% sahamnya juga dimiliki pemerintah juga.

Setelah proses akuisisi, operasional BTN mungkin tidak ada yang berubah secara signifikan. Malah, efisiensi usaha yang pasti terjadi, misalnya penggunaan sistem teknologi informasi secara bersama yang tadinya masing-masing bank menggunakan sistem sendiri-sendiri. Tapi hal itu justru lebih menguntungkan stakeholders.

Dengan menjadi anak perusahaan Mandiri, seandainya terwujud, fungsi intermediasi BTN sebagai bank yang fokus di bidang pendanaan perumahan rasanya tidak akan berkurang atau malah ternihilkan.

Justru yang akan terjadi sebaliknya, karena memiliki BTN, Mandiri sebagai bank yang selama ini juga melayani portofolio kredit di sektor perumahan akan dapat lebih fokus melakukan pembiayaan sektor lain. Sedangkan portofolio kredit perumahan akan lebih dikonsentrasikan di BTN sebagai anak usaha.

Dengan demikian, volume usaha BTN yang selama ini mungkin lebih bertindak sebagai single fighter akan memperoleh tambahan dukungan pendanaan yang lebih massif, sehingga kondisi BTN justru lebih solid. Ini skenario yang seharusnya justru didukung, karena dengan demikian cita-cita bangsa ini untuk memiliki perbankan berskala besar yang mampu berbicara di tingkat Asean akan terjawab.

Sumber: Bisnis Indonesia 24 April 2014

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar