Catatan Servis Berkala 40000 KM, Tentang Magnetic Clucth dan AC Anda

IMG-20131220-00333aavanza 40000KM

Late Post.  Kali ini berbagi mengenai servis berkala  Avanza 40.000 KM. Beberapa kawan mengatakan bahwa bagaimana bisa mobil keluaran 2007 baru menempuh jarak 40.000KM setelah 7 tahun lamanya. Dengan entengnya tentu saya jawab ya memang jarang dipakai.  Tentu ini kabar baik bagi pengincar mobil bekas. Sampai-sampai ada kawan yang ingin meminang mobil ini, tapi dengan tegas saya katakan tidak untuk dijual.

Page1

4 Busi Denso, 4 liter TMO Semy Syntethic, Air Filter Element, dan Drive Belt

Kembali ke soal servis.. Seperti biasa tempat langganan Nasmoco Mlati. Seminnggu sebelum servis sudah booking terlebih dahulu dan janjian jam 8 pagi. Jam 7 berangkat dari rumah karena jauhhh.. Servis 40000Km tergolong servis besar karena servis ini interval 20000KM, jadi beberapa item sparepart perlu diganti selain oli dan filter oli yang setiap 10.000KM memang rutin diganti, Item khusus yang menjadi perhatian dalam 40.000KM antara lain filter udara, ganti busi, kuras dan ganti minyak rem, minyak power steering serta oli transmisi yang lain saya lupa. Untuk biaya servis bagi kendaraan diatas 5 sebenarnya tergolong mahal. Tentu berbeda jauh dengan biaya servis kendaraan baru dibawah 5 tahun dimana banyak ATPM yang memberi garansi berupa gratis jasa servis hingga 50.000KM atau 5 Tahun.

IMG-20131226-00350a

Magnetic Clucth AC

Yang menjadi perhatian atau catatan servis 40.000KM ini adalah Pertama, soal magnetic clucth pada kompressor AC yang  sudah mulai aus. Gejalanya adalah muncul  suara ngorok dan suhu blower AC yang dinginnya tidak konstan. Sebelum memutuskan ganti saya coba googling dulu untuk mencari tahu apakah benar magnetic clucth yang bermasalah. Tentu saya tidak ingin dibohongi mentah-mentah oleh beres (bengkel resmi). Setelah cari tahu mengenai masalah magnetic clucth dan menemukan harga pasar spart part tersebut akhirnya deal juga untuk diganti. Catatan ke-2 mengenai tali kipas apa namanya drive belt?? yang sudah getas sehingga dikhawatirkan putus. Langsung ganti saja karena harganya tidak seberapa dibanding tiba-tiba putus dijalan bisa lebih runyam. Catatan ke-3 mengenai kopling yang sudah mendekati aus. Soal ini saya pending dulu setelah SA mengatakan yah kemungkinan masih bisa 10.000KM lagi jika membawanya halus.

Dari SA saya dapat informasi rusaknnya Magnetic Clucth biasanya akibat dari cara pengoperasian AC yang tidak benar. Misalnya, ketika melaju pada kecepatan tinggi, setelan temperatur AC diposisikan pada level agak rendah. Tujuannya agar suhu kabin enggak terlalu dingin serta irit bahan bakar. Tapi efeknya, lantaran magnetic clutch jadi cepat putus..nyambung..putus..nyambung, saat terjadi di putaran mesin tinggi akan membuat gesekan clutch berlangsung kasar. Lama-lama ya MC jadi cepat aus. Jadi lebih baik set AC pada full dingin saja. 

 

Dipublikasi di Automotif... | Tinggalkan komentar

akuisisi BTN oleh Mandiri

Sejujurnya, wacana akuisisi terhadap BTN oleh PT Bank Mandiri Tbk merupakan strategi yang cerdas. Selain merupakan pemenuhan terhadap salah satu butir ketentuan pada Arsitektur Perbankan Indonesia (API) tentang single presence, juga merupakan rintisan bagi upaya menuju konsolidasi perbankan nasional agar menjadi bank yang kuat dan disegani, setidaknya di tingkat Asean.

Beberapa tahun silam, di era Menteri Negara BUMN Sugiharto, wacana serupa juga mengemuka, yakni rencana pengakuisisian BTN oleh bank yang lebih besar, dan ketika itu PT Bank Negara Indonesia Tbk yang digadang-gadang sebagai entitas usaha induk.

Sayangnya, selama proses pewacanaan aksi korporasi terhadap BTN itu, baik waktu itu maupun saat ini, terlalu banyak kalangan yang sebenarnya kurang memahami duduk persoalan sebenarnya bersikap kontra dan menyampaikan keberatan atas rencana tersebut.

Tidak sedikit bahkan pelaku maupun tokoh—yang mengaku pakar— industri properti, yang menjadi domain utama BTN, turut berkomentar di media massa bahwa aksi korporasi tersebut akan menghilangkan peran bank yang sudah memberikan kontribusi tidak kecil dalam pembangunan sektor perumahan di Indonesia tersebut.

Sejumlah media pun, yang tidak mendalami permasalahan tersebut, ikut-ikutan mengarahkan agar proses akuisisi tersebut tidak terwujud. Sering terbaca pemberitaan sejumlah media mengenai hal itu cenderung tidak berimbang, karena lebih mengedepankan aspek kontroversi.

Koran ini melihat adanya gejala pengelabuan publik terhadap isu akuisisi yang sebenarnya dimaksudkan untuk tujuan yang jauh lebih besar itu. Betapa tidak. Dengan akuisisi BTN oleh Mandiri ataupun bank lain yang jauh lebih besar, secara akal sehat akan menciptakan entitas bisnis yang lebih besar.

Mungkin di antara sejumlah penentang akuisisi itu masih rancu dengan program merger atau penggabungan usaha. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata akuisisi selain diartikan sebagai pemindahan kepemilikan perusahaan atau aset juga berarti cara memperbesar perusahaan dengan cara memiliki perusahaan lain.

Sedangkan merger diartikan sebagai pengambilalihan seluruh aktiva dan pasiva yang dimiliki suatu perusahaan untuk digabungkan dengan perusahaan yang mengambil alih atau perusahaan yang baru. Menilik pernyataan resmi kuasa pemegang saham—yang dalam hal ini Menteri BUMN—bahwa proses yang disiapkan adalah akuisisi, maka sebenarnya yang terjadi nantinya adalah perubahan kepemilikan saja.

Bila selama ini pemilik 60,14% saham adalah Menteri Keuangan, maka nantinya pemilik saham itu Bank Mandiri, yang 60% sahamnya juga dimiliki pemerintah juga.

Setelah proses akuisisi, operasional BTN mungkin tidak ada yang berubah secara signifikan. Malah, efisiensi usaha yang pasti terjadi, misalnya penggunaan sistem teknologi informasi secara bersama yang tadinya masing-masing bank menggunakan sistem sendiri-sendiri. Tapi hal itu justru lebih menguntungkan stakeholders.

Dengan menjadi anak perusahaan Mandiri, seandainya terwujud, fungsi intermediasi BTN sebagai bank yang fokus di bidang pendanaan perumahan rasanya tidak akan berkurang atau malah ternihilkan.

Justru yang akan terjadi sebaliknya, karena memiliki BTN, Mandiri sebagai bank yang selama ini juga melayani portofolio kredit di sektor perumahan akan dapat lebih fokus melakukan pembiayaan sektor lain. Sedangkan portofolio kredit perumahan akan lebih dikonsentrasikan di BTN sebagai anak usaha.

Dengan demikian, volume usaha BTN yang selama ini mungkin lebih bertindak sebagai single fighter akan memperoleh tambahan dukungan pendanaan yang lebih massif, sehingga kondisi BTN justru lebih solid. Ini skenario yang seharusnya justru didukung, karena dengan demikian cita-cita bangsa ini untuk memiliki perbankan berskala besar yang mampu berbicara di tingkat Asean akan terjawab.

Sumber: Bisnis Indonesia 24 April 2014

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kasus Akuisisi BTN, Latar Belakang Akuisisi BTN, dan Dampak Akuisisi BTN

Kultwit Pak @saididu mengenai Rencana Akuisisi BTN, Latar Belakang akuisisi BTN, Dampak Akuisisi BTN

1. #akuisisiBTN. Isu akuisisi BTN oleh salah satu Bank BUMN terus berulang hampir 1 dekade terakhir dg berbagai pertimbangan

  1. #akuisisiBTN. BTN adlh Bank yg tdk ikut dimerger pasca krisis 1998 dg pertimbangan sbg Bank khusus biayai kredit perumahan

3. #akuisisiBTN. sehingga saat ini pemerintah masih 4 Bank yg pemilikan saham mayoritasnya adlh pemerontah : BRI, Mandiri, BNI dan BTN

4. #akuisisiBTN. Bank BTN adalah Bank terkecil dan 4 Bank BUMN yg kinerjanya selama ini tidak terlalu jelek dan bisa bersaing

5. #akuisiBTN. Setiap isu akuisisi Bank BTN, yg selalu pro-kontra adalah peran Bank BTN yg dokhususkan untuk kredit perumahan

6. #akuisisiBTN. pihak yg kontra selali berpendapat bahwa BTN harus tetap dipertahan sbg Bank sendiri utk pembiayaan perumahan

7. #akuisisiBTN. pihak yg pro selalu katakan jika Bank BTN diakuisisi oleh Bank besar justru meningkatkan kapasitasnya biayai perumahan

8. #akuisisiBTN. dari alasan yg mengemuka (tdk tahu klo ada yg tersembunyi) bhw ada 2 kepentingan yg hrs diakomodir pd rencana akuisisi BTN

9. #akuisisiBTN. Kepentinga 1) pemerintah ingin miliki Bank besar, dan 2) BTN harus tetap fokus pada pembiayaan perumahan

10. #akuisisiBTN. Pemerintah selayaknya memang memiliki Bank terbesar di Indonesia agar bisa jadi jangkar bisnis perbankan – bukan asing

11. #akuisisiBTN. Makin berkembangnya Bank Asing dan Bank Swasta mengancam penguasaan bisnis perbankan oleh Bank BUMN dan ini strategis

12. #akuisisiBTN. Perkembangan Bank BUMN tdk selincah dg Bank Asing dan swasta krn aturan Bank BUMN lbh ketat dan setoran dividen sll besar

13. #akuisisiBTN. Karena itu yg dilakukan oleh Bank BUMN utk berkembang adalah akuisisi Bank yg memiliki prospek yg baik, trtm Bank Swasta

14. #akuisisiBTN. jika alasan akuisisi utk wujudkan Bank terbesar di Indonesia dan.bahkan ASEAN secara logika sangat tepat dan strategis

15. #akuisisiBTN. bagaimana dg ppsisi BTN utk kredit perumahan ? Ini perlu diskusi antara pemerintah dg BI agar peran tsb tdk hilang

16. #akuisisiBTN. Hampir semua sepakat bhw kredit perumahan harus didorong, tapi apakah kondisi perbankan saat ini msh perlu Bank Khusus ?

17. #akuisisiBTN. Faktanya bhw hampir semua Bank menyalurkan kredit perumahan dan Bank BTN sendiri juga salurkan kredit di luar perumahan

18. #akuisisiBTN. Tujuan kita adalah mendirikan Bank besar dan juga selalu berupaya utk menambah kredit perumahan – itu tujuan harus

19. #akuisisiBTN. kita ketinggalan/kekurangan perumahan sktr 8 – 10 juta sehingga dibutuhkan pembangunan rumah sktr 800.000 per thn

29. #akuisisiBTN. jika dibuthkan sktr Rp 150 jt/rmh maka butuh dana sktr Rp 1200 – 1500 t atau sktr Rp 120 t per tahun. Butuh dana besar

21. #akuisisiBTN. Krn butuh likuiditas yg sangat besar maka bank besar seperti Bank Mandiripun tdk mampu memenuhi kebutuhan dann tsb

22. #akuisisiBTN. di berbagai negara kredit perumahan untuk rakyat memang dg pola ‘subsidi’ dengan jaminan yg tinggi

23. #akuisisiBTN. Dengan uraian demikian maka jika Bank BTN tetap fokus pada perumahan saja, resikonya tinggi dan modalnya kurang

24. #akuisisiBTN. Kita hrs bangun Bank besar krn investasi di Indinesia makin besar – jika tidak maka investasi di kita dibiayai Bank asing

25. #akuisisiBTN. Contoh saja bhw utk biayai investasi Pertamina dan PLN saja butuh tdk kurang Rp 100 trilyun, Bank kita tdk mampu biayai

26. #akuisisiBTN. Bank Mandiri sbg Bank terbesar hanya mampu salurkan kredit baru sktr Rp 20 trilyun krn modalnya terbatas

27. #akuisisiBTN. agar bisa wujudkan Bank besar secara beratahap sambil menjaga eksistensi BTN maka strateginya adlh jdkn BTN sbg anak BMRI

28. #akuisisiBTN. Jika tujuannya utk dirikan bank besar dan juga butuh Bank dana besar utk kredit perumahan akuisisi jadi alternatif

29. #akuisisiBTN. jika tujuan tsb dusepakati, Terdapat 2 simpul dlm proses tsb : 1) proses di pemerintah/DPR dan 2) proses korporasi

30. #akuisisiBTN. Terdapat 2 pendapat ttg proses akuisisi tsb di Pemerintah : 1) termasuk dlm proses privatisasi, dan 2) bukan privatisasi

31. #akuisisiBTN. Sesuai dg UU BUMN bhw privatisasi adlh pelepasan saham pemerintah di BUMN ke pihak lain

32. #akuisisiBTN. Alasan pihak yg berpendapat bhw akuisisi BTN oleh Mandiri tmsk privatisasi krn saham pemerintah di BTN berpindah ke BMRI

33. #akuisisiBTN. alasan pihak yg berpendapat bhw proses tsb bukan privatisasi krn saham pemerintah di BTN hanya pindah ke BUMN

32. #akuisisiBTN. Jika tmsk privatisasi maka prosesnya malalui tahapan : 1) kajian KemBUMN, 2) usulan KemBUMN ke Komite Privatisasi, 3) ….

35. #akuisisiBTN. nomor 32 dobel. 3) pembahasan komite privatisasi, 4) usulan komite privatisasi ke DPR, 5) pembahsan fi DPR (2 komisi)

36. #akuisisiBTN. 7) persetujuan DPR, 8) penerbitan Peraturan Pemerintah, 9) aksi korporasi di Bank BTN dan Bank Mandiri

37. #akuisisiBTN. Proses aksi korporasi tidak jauh berbeda jika proses akuisisi BTN oleh Bank Mandiri tmsk privatisasi atau tidak

38. #akuisisiBTN. jika termasuk privatisasi dudahului dg uraian pada butir sblmnya, jika tdk tmsk didahului dg persetujun Menkeu

38. #akuisisiBTN. Persetujuan Menkeu duperlukan krn sesuai PP 41/2003, privatisasi, akuisisi, merger, likuidasi ttp kewebangan Menkeu

40. #akuisisiBTN. 38 dobel. Aksi korporasi yg dilakukan berupa RUPS di Bank BTN dan Bank Mandiri dimana pemrintah tdk punya hak suara

41. #akuisisiBTN. Pem tdk punya hak suara karena konflik kepentingan (akuisisi antar BUMN Tbk) shg yg punya hak suara adlh pmlk shm publik

42. #akuisisiBTN. Agenda RUPS di BTN, apakah pemilik saham minoritas/publik setuju jika BTN diakuisisi oleh Bank Mandiri dg syarat2 ttt

43. #akuisisiBTN. Agenda RUPS di Mandiri, apakah pemegang saham minoritas/publik setuju jika Mandiri akuisisi BTN dg syarat2 tertentu

44. #akuisisiBTN. Hal lain yg harus jadi pemikiran adalah apakah saham pemerintah di BTN dibayar oleh Bank Mandiri atau hanya pengalihan

45. #akuisisiBTN. Jika dibeli oleh Mandiri dan pemerintah tetap ingin BTN sbg anak prshn Mandiri yg khusus perumahan – hrs ada saham khusus

46. #akuisisiBTN. Artinya bhw pemerintah hrs memiliki saham dwiwarna di BTN baru (anak perusahaan) yg memiliki hak veto thdp hal strategis

47. #akuisisiBTN. Dapat disimpulkan bhw rencana akuisisi BTN oleh mandiri memerlukan kajian komprehensif utk mencapai tujua dg proses baik

48. #akuisisiBTN. Tujuan yg hrs dicapai adalah 1) mengembangkan Bank BUMN menjadi besar, 2) menambah kapasitas pembiayaan perumahan

49. #akuisisiBTN. Proses yg harus dilalui harus clean and clear apakah tmsk privatisasi atau tidak serta harus sesuai ketentuan perbankan

50. #akuisisiBTN. Selain itu, juga tidak merugikan karyawan baik di BTN maupun di Mandiri serta adanya benefir bagi pemegang saham minoritas

51. #akuisisiBTN. Demikian kultwit saya ttg analaisis kebijakan rencana akuisisi BTN sbg bahan diskusi. Terima kasih

 

Dipublikasi di Finance n Economy | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Dengan Teknologi Hybrid, Supercar Menjadi Hypercar

Ya judul tulisan ini tentu menjadi bahasan menarik bagi penggemar mobil saat ini. Perkembangan hybrid car sudah semakin kompleks karena jika tujuan awalnya teknologi hybrid berupa bantuan motor elektrik bertenaga baterai ditujukan untuk efisiensi penggunaan bahan bakar kini teknologi hybrid menjadi penopang performa kendaraan.

Bulan lalu saya menonton BBC Channel yang kebetulan Top Gear menampilkan 2 hypercar terbaru saat ini. Yang pertama adalah McLAren P1. Produsen mobil sport asal Inggris ini memanfaatkan system hybrid untuk mendongkrak tenaga mobil. Pada dasarnya McLaren p1 menggunakan mesin 3.8-litre twin-turbocharged V8  yang sama dengan MP4-12C seri mobil yang diproduksi sebelumnya. Mesin ini menghasilkan 727 bhp dan 719 Nm. Tenaga sebesar itu sudah sangat luar biasa untuk supercar sekarang. Akan tetapi McLaren belum puas dengan tenaganya dan menambahkan motor elektrik bertenaga 176 bhp dengan torsi 260 Nm. Mesin elektrik ini dipasok lewat listrik yang disimpan 324 buah baterai laptop berjenis lithium-ion cell. Bearti total tenaga dari McLaren P1 adalah 903 bhp dengan torsi 978 Nm. Thats Superb!

2014-Mclaren-P1-engine2

 

Tak mau kalah dengan McLaren, Porsche pun mengeluarkan tandingan P1 dengan merilis Porsche 918. Mesin utama 918 berupa 4.6 liter V8 engine yang bisa menyemburkan tenaga 608 horse power. Yang unik adalah Porsche memasang 2 motor elektrik!! motor elektrik pertama dipasang di roda belakang mengeluarkan tenaga 279 hp. Lalu motor elektrik ke-2 berada di roda depan dengan tenaga 154 hp. Ke-tiga mampu bersinergi secara cerdas untuk menghasilkan performa yang maksimal dengan tenaga 887 horsepower. Ingin lebih tahu performa dahsyat hypercar ini? Tonton saja TopGear di BBC Channel. :D

Dipublikasi di Automotif... | Tinggalkan komentar

Pemimpin yang Melayani Rakyat

mtf_hMOMP_220resize

Perayaan Ekaristi Malam Paskah di Gereja St Antonius Kotabaru

Perayaan Paskah mengandung banyak makna: kasih, pengorbanan, solidaritas, antikekerasan, sukacita, dan pelayanan. Seluruh rangkaian peribadatan Hari Paskah dengan tokoh sentral, Yesus Kristus, sangatlah pekat dengan pesan-pesan ini. Yesus yang menderita sengsara, wafat, dan bangkit adalah untuk keselamatan umat manusia.

Sepekan menjelang Minggu Paskah, umat Kristiani diajak untuk sejenak terbenam dalam rangkaian peribadatan trihari suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Sunyi. Di sini umat Kristiani kembali diingatkan bahwa Kristus datang ke dunia ini untuk satu tujuan yaitu naik ke atas kayu salib, dan mati untuk dosa-dosa umat manusia di dunia. “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:45).

Itulah makanya drama penyaliban Yesus, wafat, hingga kebangkitan-Nya pada hari ketiga, selalu melekat erat dengan berbagai macam biblis di atas, teristimewa dua pesan kunci, yakni pengorbanan dan pelayanan. Di hari wafat dan hari raya Paskah, umat Kristiani diharapkan ikut serta dalam gerakan-gerakan penebusan dosa, yang digelorakan melalui semangat pengorbanan dan semangat melayani.

Inti pengorbanan Kristus adalah memberikan diri-Nya supaya manusia hidup. Ia dicerca, dihina, dirajam, disalibkan untuk sebuah pengorbanan, Dia mempertaruhkan nyawa-Nya demi kepentingan banyak orang. Ada juga pesan solidaritas di sini. Dia mengambil tanggung jawab demi orang lain, dan membayar kesalahan-kesalahan orang lain. Inilah bobot pengorbanan seorang Anak Manusia yang namanya Yesus.

Sementara pesan pelayanan Paskah tergambar dengan amat jelas pada peristiwa perjamuan Kamis Putih, ketika Yesus merendahkan diri-Nya dengan membasuh kaki para murid-Nya. Yesus menanggalkan kebesaran-Nya dengan menjadi seorang hamba atau pelayan bagi ke-12 murid-Nya itu.

Perayaan Paskah 2014 ini, sejujurnya, memiliki arti mendalam bagi para umat Kristiani di Indonesia. Tahun ini bangsa Indonesia menggelar pemilu legislatif (pileg) yang baru saja kita lewati pada 9 April 2014 silam. Lalu, pada 9 Juli 2014 mendatang, akan menyusul pemilu presiden (pilpres) untuk memilih pemimpin tertinggi negara dan wakilnya.

Dengan digelarnya kedua momen pemilu tersebut berarti tahun ini kita akan memiliki seorang presiden dan seorang wakil presiden baru, 560 anggota DPR RI, 125 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan lebih dari 2000 anggota DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Akankah mereka yang terpilih kelak benar-benar menjadi pemimpin atau pejabat publik yang mau melayani dan bukan dilayani. Bersediakah mereka menjadi yang berkorban demi orang banyak, dan bukan hanya mencari keuntungan diri sendiri atau kelompoknya?

Sungguh menarik menyimak masa Prapaskah Keuskupan Agung Jakarta 2014 yang mengusung tema: “Dipilih untuk Melayani”. Inilah sebuah ajakan sekaligus sebuah penegasan bahwa siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin atau pejabat publik, pada hakikatnya dia adalah pelayan. Tugasnya adalah untuk melayani rakyat. Seorang pemimpin tak boleh takut bermandi keringat dan berlumuran lumpur untuk melayani rakyat yang dipimpinnya.

Seorang pemimpin-pelayan akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk mereka yang dilayaninya, ikhlas dalam pengabdian, dan rela berjuang tanpa pamrih. Mereka selalu berada di depan untuk melawan ketidakdilan, ketidakjujuran, tindakan sewenang-wenang, tindak korupsi, dan lain-lain.

Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang tidak dapat memejamkan mata saat orang yang dipimpinnya tidak dapat memejamkan mata karena masalah-masalah yang sedang melanda mereka. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang merasa tidak enak makan saat orang yang dipimpinnya masih bekerja keras memikirkan hal-hal yang seharusnya menjadi tanggungan bersama pemimpinnya.

Harga sebuah kepemimpinan yang melayani adalah kesediaan sang pemimpin tersebut untuk berkorban demi orang lain. Bahkan dengan taruhan nyawa sekalipun.

Mereka bersedia untuk tidak populer, mau blusukan untuk menjumpai dan menyapa mereka yang membutuhkan cinta dan perhatiannya. Mereka tidak silau dengan kursi kekuasaannya, jauh dari sikap otoriter, dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara daripada kepentingan dirinya sendiri. Bobot kepemimpinan yang melayani selalu menjadikan pengorbanan sebagai mata hatinya.

Di era modern sekarang ini, memang tak mudah kita menemukan pemimpin sejati seperti itu. Pemimpin sekarang ini lebih berkarakter dilayani daripada melayani, lebih sibuk dengan urusan diri dan kerabatnya daripada kepentingan publik. Makanya makna Paskah kali ini menjadi sangat relevan dengan kondisi kita saat ini.

Di saat kita sedang dilanda kekeringan pemimpin yang melayani, layaklah kita menaruh asa dengan kelak terpilihnya pemimpin baru, dan para wakil rakyat (baru) pada 2014 ini. Tentu, dengan satu harapan besar: jadilah pemimpin yang melayani dengan ketulusan hati dan penuh pengobanan. Pertaruhkan seluruh pikiran, hati, dan tindakan hanya untuk kepentingan rakyat banyak!

Sumber: InvestorDaily Sabtu 19 April 2014

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Fly By Wire dan “Automatic Addiction”

Artikel Harian Kompas hari ini cukup menarik. Ketika hampir semua hal bisa digantikan oleh teknologi, disitulah ada celah yang bisa menjadi hal serius/fatal. Jadi disebutkan ada istilah “automation addiction”.

“Automatic Addiction” merupakan ketergantungan pada teknologi yang serba otomatis. Misal suatu kebiasaan dari pilot yang selalu menggunakan autopilot sepanjang rute perjalanan penerbangannya. Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap peralatan yang otomatis dicurigai sebagai penyebab turunnya keterampilan pilot menerbangkan pesawat terbang secara manual.

Secara jam terbang seorang pilot telah mengantungi belasan ribu jam. Akan tetapi sistem otomatisasi membuat pilot hanya berperan sekian menit saat take off dan sekian menit untuk proses landing. Dalam konsisi normal mungkin tidak ada masalah, semua berjalan lancar. Akan tetap pada kondisi darurat ex: sistem otomatis error, pilot masa kini diragukan kemampuan menerbangkan pesawat secara manual dalam situasi darurat. Pilot terlambat menyadari terjadinya kekeliruan dalam sekuel penerbangannya.

Teknologi “Fly by Wire” saat ini yg serba komputer memang canggih tapi tentu selalu ada kelemahannya. Ya kelemahan seringkali ada pada “user” itu sendiri.

Sumber: Kompas, Selasa 11 Maret 2014

View on Path

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Teknologi itu Mendekatkan yang Jauh, Menjauhkan yang Dekat

Seringkali teknologi social media itu Mendekatkan yang Jauh, Menjauhkan yang Dekat…

“I fear the day that technology will surpass our human interaction. The world will have a generation of idiots.” Albert Einstein

View on Path

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar