Karena dalam liburan semester kali ini, saya beberapa kali menonton tayangan bincang-bincang mengenai reksadana dan investasi reksadana, waktu itu yang pertama melihat di tayangan WideShoot MetroTV ada Adrian Maulana, lalu di tayangan 8-11 Show juga membahas topik yang sama, maka saya coba untuk menulis di blog ini.
Saat ini, reksadana menjelma menjadi salah satu instrumen investasi utama di Indonesia. Produk ini cocok bagi kita yang masuk kategori investor pemula atau bagi orang yang tak memiliki waktu mengelola investasi sendiri, karena kita tidak perlu terlalu bersusah payah untuk mengelolanya.
Reksadana mulai dikenal di Indonesia sejak 1995 dan berkembang pesat mulai 1996. Sejak kemunculannya, produk reksadana baru terus berkembang. jumlah investor produk ini pun terus bertambah.
Karakter investasi di reksadana yang mudah, murah, dan menguntungkan dalam jangka panjang menjadi alasan. Imbal basil atau return reksadana yang tinggi dan melebihi inflasi menjadikan instrumen alasan yang tepat untuk mencapai tujuan keuangan.
Sebelum membahas semakin terlalu jauh, kita lihat fakta satu ini. Kita tentu pernah menabung dana sisa milik kita bukan? , hal itu merupakan hal yang sudah biasa di pandangan kita. Bagaimana kalau dana itu kita gunakan untuk berinvestasi? Itu tentu bukan hal yang biasa lagi.
Berinvestasi memang lebih banyak memberikan keuntungan ketimbang menabung, meski berinvestasi memiliki risiko yang lebih besar. Ada ungkapan, Don’t put all your eggs in one basket atau jangan taruh semua telur dalam satu keranjang. Maksud dari idiom itu adalah kita perlu menyebar penempatan investasi Untuk mengurangi risiko dan terhindar dari risiko kerugian besar.
Nah, kembali ke judul tulisan ini. Reksadana bisa menjadi pilihan untuk menyebar risiko. Secara sederhana, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat dan kemudian diinvestasikan ke berbagai instrumen investasi oleh manajer investasi (MI).
Dari definisi ini jelas bahwa investor menyetorkan uang kepada MI dan selanjutnya MI (manajer investasi) wajib membiakkan/mengembangkan duit itu. Singkat kata, jika berinvestasi di reksadana, investor sudah tidak perlu repot setiap hari mengelola portofolio investasinya sendiri. Selain tidak repot, kendaraan investasi ini menawarkan keuntungan lain. Misalnya, Kita mudah melakukan diversiflkasi investasi dengan modal relatif kecil. Cukup ratusan ribu rupiah saja. Para MI bisa menyebar penempatan investasi ini karena reksadana merupakan kumpulan dana banyak investor.
Dalam reksadana ada sistem diversifikasi otomatis. Diversifikasi otomatis disini maksudnya ada ketentuan yang mengatur bahwa reksadana tidak dapat menempatkan seluruh dananya dalam satu instrumen investasi saja, melainkan harus menyebar dananya ke beberapa instrumen untuk mengurangi resiko. Reksadana juga memiliki kelebihan seperti: biaya bertransaksi reksadana juga relatif lebih mudah, reksadana juga likuid karena kita bisa membeli dan menjual kapan saja.
Cara membeli reksadana juga semudah menabung uang receh ke dalam celengan. Reksadana juga tidak menuntut uang yang banyak dari investor. Selain itu, modal minimal untuk berinvestasi reksadana lebih murah dari modal bermain di pasar modal dan deposit. Berinvestasi di reksadana bisa kita lakukan layaknya menabung biasa. Analoginya begini, Bila kita mempunyai duit lebih, tinggal mengalokasikan dana untuk membeli reksadana. Bila di suatu bulan kita memiliki keperluan lain daan tidak menambah investasi, akun reksadana kita tidak hangus. Hal ini berbeda dengan kepemilikan asuransi yang bisa hangus bila nasabah tidak membayar polis mereka selama beberapa waktu.
Agar lebih disiplin, jika membeli reksadana lewat bank, investor bisa menggunakan fasilitas autodebet, dimana saldo kita akan langsung dipotong untuk diinvestasikan. Melihat segala kelebihan tak perlu heran jika semakin banyak orang yang membiakkan dananya di reksadana. Menyimak semua fitur tadi, instrumen investasi ini pas bagi investor yang modalnya pas-pasan dan tak mampu atau tidak punya waktu mengelola investasi sendiri.
Mekanisme Kegiatan Reksa Dana adalah sebagai berikut(diambil dari nisp-assetmanagement.com )
- Investor melakukan pembelian (subscription) Reksa Dana melalui Manajer Investasi dengan menyetorkan dananya melalui Bank Kustodian
- Manajer Investasi akan mengelola dana investor dengan melalukan pembelian/penjualan instrument investasi seperti saham, obligasi atau pasar uang sesuai dengan jenis reksa dana yang dibeli oleh Investor.
- Pembelian/penjualan instrument investasi oleh Manajer Investasi dilakukan melalui Perantara Pedagang Efek
- Bila Investor melakukan penjualan (redemption) Reksa Dana kepada Manajer Investasi, maka Manajer Investasi akan menginstruksikan pembayaran kepada Bank Kustodian.
- Bank Kustodian akan mengirimkan dana penjualan Reksa Dana ke Investor
Reksadana terus tumbuh dalam dua tahun terakhir sejak kejatuhan bursa saham di 2008 lalu, kinerja reksadana meningkat cukup pesat. Secara historis, industri reksadana memang tidak lepas dari pasang surut perkembangan pasar modal Indonesia. Namun, Tren terakhir industri reksadana menunjukkan tren pertumbuhan. APalagi kini Indonesia sedang menyandang predikat investment grade
Selama pasar modal memperlihatkan tren positif, terus tumbuh maka reksadana memberikan pengembalian yang baik pula. Ditulisan selanjutnya, akan ada karakter dan jenis-jenis reksadana. Tunggu tulisan selanjutnya…







