Nge-Rem Motor dikala hujan…

Masih ngomong soal hujan dari postingan sebelumnya, namun kini ku membahas mengenai Mengendarai Motor dalam situasi hujan,, ya emang terasa banget beda handling motor saat kering dan hujan, karena saat ujan grip/daya cengkeram ban ke aspal menjadi berkurang, jadi performa akselerasi dan deselerasi kendaraan pun ikut berkurang (wih.. kyak pembalap aja), ya soalnya seringkali saat ku bawa sendiri mesti mbawa’a banter (baca: ngebut,, woo!! dasar three!)

Nah yang jadi masalah, saat hujan.. pernah beberapa kali saat rem mendadak, panik karena rem tidak berkerja maksimal, daya pengereman jauh berkurang saat cuaca hujan/basah, dan berakibat jarak pengereman menjadi lebih jauh.. Nah, belum lama ini ku pernah baca artikel di otomotif.net, mengenai pengereman antara Cakram VS Tromol, mana yang lebih baik.. monggo dibaca dulu..

Otomotifnet.com Rabu, 10/02/10 19:20

Rem Cakram Vs Tromol

ilustrasi

Daya Pengereman berkurang dikala hujan...

OTOMOTIFNET – Punya fungsi mengurangi laju putaran roda. Rem diandalkan tiap pengendara untuk mengendalikan tunggangannya. Pada beberapa motor, ada dua jenis rem yang digunakan. Rem cakram dan teromol. Nah, di antara kedua jenis ini, mana yang lebih mampu mengurangi laju tunggangan dengan cepat?

BASAH DAN KERING
Perhatikan saja rem yang digunakan oleh motor.  Ada yang menggunakan rem cakram  serta menggunakan teromol di belakang. Ada juga yang kedua roda menggunakan rem cakram, ada pula yang menggunakan rem teromol pada kedua rodanya.

Meski sekarang, seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, penggunaan rem teromol pada kedua roda ditinggalkan. Terus ada yang tanya, memangnya lebih bagus mana sih?

Dilihat dari konstruksinya, keduanya memiliki keunggulan, seperti rem cakram memiliki pelepasan panas yang lebih baik ketimbang teromol yang tentunya lebih panas. Jadi, kampas rem  cakram tidak cepat panas dan kehilangan daya cengkeramnya.

Untuk penggunaan yang lama, misal jalan menurun yang curam tentu rem cakram durabilitasnya lebih baik. Sementara itu, rem teromol pun tak berarti kalah total. Dengan permukaan gesek yang lebih banyak, cengkeramannya pun cukup baik, sayang lekas panas dan pembuangan panasnya lebih minim. Tetapi, coba juga di jalan basah, dengan kondisi hujan. Ketika cakram terkena air, daya cengkeram kampas remnya tidak sesakti kala kering, sementara pada rem teromol dengan keuntungan sistem yang tertutup, air tidak mudah membasahi kedua permukaan, baik kampas rem maupun teromolnya.Rem Tromol

Pada saat uji coba, pengereman dari kecepatan 50 km/jam hingga berhenti kala hujan, jarak pengereman sekitar 25 m, terasa rem depan yang menggunakan cakram sedikit licin, alias kurang cengkeramannya, sementara di belakang rem teromol tak berubah, hanya permukaan jalan lebih licin, membuat traksi ban berkurang. Ketika jalan kering, jarak pengereman lebih dekat, 20 m saja, kedua rem bekerja baik.

Rem CakramNamun saat mencoba di jalan menurun yang panjang, rem cakram menunjukkan kesaktiannya dengan mampu menahan laju tunggangan dengan baik, bahkan ketika hujan sekali pun. Meski awalnya agak ngeloyor, ketika rem digunakan terus-menerus, tampaknya cengkeraman kampas remnya semakin baik.

Kesimpulannya, rem cakram memang lebih unggul soal pengurangan laju tunggangan, meski kala basah, sedikit berkurang kemampuannya.

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Daily Experience. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s