Pembahasan Kasus 14.2 Williamson and Oliver Management Control System

Pembahasan Kasus 14.2 Williamson and Oliver
Sistem Pengendalian Manajemen, Management Control System
Bab 14 Organisasi Jasa, Chapter 14
  1. 1.      Apakah Williamson and Oliver (WO) melakukan “kebodohan karena memberikan penghargaan untuk A sementara mengharapkan B”?

Kami rasa WO tidak melakukan “kebodohan karena memberikan penghargaan untuk A sementara mengharapkan B”, akan tetapi jika mereka gagal dalam mengelola program kompensasi insentif yang baru secara adil maka mereka telah melakukan kebodohan. Tujuan utama dari program kompensasi insentif adalah untuk meningkatkan profitabilitas dari perusahaan dan membuat keputusan yang tepat agar perusahaan tetap berjaya dalam jangka waktu yang lama. Seperti yang dijelaskan dalam uraian kasus, PIC cenderung kurang berpengalaman dalam menjalankan tugas mereka sebagai seorang manajer, tidak memiliki kemampuan manajerial, fokus terhadap pencapain profit jangka pendek dan secara psikologis belum dapat pindah dari pandangan perusahaan lokal ke kantor cabang lokal dari perusahaan nasional. Secara singkat mereka masih memiliki pola pikir sebagai akuntan, bukanlah manajer.

Perusahaan seharusnya lebih mengharapkan para PIC menerapkan secara rasional sistem yang baru daripada mengharapkan mereka untuk mengubah gaya manajerialnya dengan memberitahukan bahwa mereka harus melakukannya. Oleh karena itu, mengimplementasikan sistem yang baru dapat membantu mengurangi masalah tersebut dan memaksa PIC untuk mengubah gaya manajerialnya dan fokus pada rencana jangka panjang.

Sebelum mengimplementasikan sistem yang baru, perusahaan harus yakin bahwa sistem ini tidak mendukung profitabilitas dan pertumbuhan jangka panjang sementara memberikan insentif berdasarkan hasil jangka pendek, sistem ini harus mendukung pemberian insentif berdasarkan hasil jangka panjang pula, karena jika tidak memperhatikan hasil jangka panjang maka perusahaan akan melakukan “kebodohan karena memberikan penghargaan untuk A sementara mengharapkan B”.

Komunikasi yang baik didalam perusahaan juga merupakan faktor yang mendukung agar tercapai keberhasilan dalam penerapan sistem yang baru, jangan sampai ada pegawai yang bekerja dengan tujuan yang saling berseberangan, karena hal ini bisa saja terjadi pada pegawai yang tidak memiliki loyalitas pada perusahaan dan mementingkan kepentingan pribadinya saja.

  1. 2.      Dapatkah anda memperkirakan bahwa PIC akan mengkhawatirkan faktor-faktor yang tidak ada pada pada sitem penghargaan yang formal?

PIC dianggap sebagai general manager di suatu pusat laba otonom. Mereka bertanggung jawab atas pengelolaan bisnis dengan ukuran yang berbeda-beda dan melayani pasar yang bermacam-macam. PIC mungkin khawatir tentang faktor-faktor yang tidak ada pada sistem penghargaan yang formal. Seperti yang digambarkan dalam uraian, banyak PIC yang tidak paham dengan sistem penghargaan yang baru yang diusulkan oleh Ted Johnson, ini karena mereka tidak memiliki pengetahuan manajerial yang memadai. Seperti yang dikatakan oleh partner yang berwenang dari sebuah kantor utama, ia tidak yakin dengan apa yang dimaksud oleh Ted Johnson dengan “layanan klien”, “pengembangan sumber daya manusia” dan “satu komitmen perusahaan”. Jika mereka tidak mengerti dengan sistem penghargaan yang baru, maka mereka perlu dilatih untuk bagaimana mengubah kebijakan manajerial mereka, bagaimana caranya fokus pada profitabilitas jangka panjang, bagaimana mengelola dengan baik unit mereka mengubah cara pandang/ mindset mereka tentang mengelola perusahaan lokal ke mengelola kantor lokal perusahaan nasional. Oleh karena itu, menurut kami jika para PIC dilatih tentang bagaimana sistem penghargaan yang baru tersebut tidak hanya memberika manfaat bagi perusahaan, akan tetapi juga memberikan manfaat secara pribadi kepada mereka, maka mereka pasti akan secara terbuka mengimplementasikannya.

  1. 3.      Apakah bidang-bidang kinerja yang “lunak” dan berorientasi masa depan dapat dikuantifikasi secara memadai agar dapat dimasukkan ke dalam sistem penghargaan tersebut?

Menurut kami, bidang-bidang kinerja yang “lunak” dan berorientasi masa depan cukup dikuantifikasikan secara memadai dan dapat dimasukkan ke dalam sistem penghargaan yang baru. Sistem penghargaan yang baru memiliki satu set bidang-bidang kinerja yang “lunak” dan berorientasi masa depan seperti satu komitmen perusahaan dan pengembangan sumber daya manusia yang memiliki dampak signifikan terhadap bagaimana suatu kinerja itu dinilai. Perusahaan harus meyakinkan bahwa faktor “keras” bukan merupakan satu-satunya pengukuran yang mempengaruhi akun mereka ketika bonus diberikan.

  1. 4.      Dengan adanya tugas manajemen saat ini, bagaimana anda akan menyusun kumpulan ukuran untuk sebuah kantor WO? (ukuran apakah dan berapakah bobot lintas kumpulan ukuran?) apakah jawaban anda akan bervariasi lintas kantor?

Dalam bidang tanggung jawab utama PIC, enam spesifik faktor yang akan dievaluasi oleh masing-masing kantor adalah:

  1. Net Income: PIC secara natural akan fokus pada pendapatan bersih dari departemennya. Seperti yang dikatakan oleh direktur wilayah: laba merupakan nama dari permainan perusahaan. Oleh karena itu, menurut kami, kami akan memberikan bobot yang tinggi pada laba. Poin yang utama ketika memasukkan laba ke dalam akun adalah besarnya laba sangat bervariasi dan bergantung pada daerah dimana kantor tersebut berada.
  2. Collections: jumlah hari dalam penagihan yang belum dilunasi merupakan waktu rata-rata dalam hari, dimana piutang belum dilunasi. Hal ini membantu jika ada perubahan dalam piutang apakah karena perubahan dalam penjualan, atau ada faktor lain seperti perubahan dalam ketentuan penjualan. Membandingkan jumlah hari dalam penagihan yang belum dilunasi dengan ketentuan kredit perusahaan merupakan sebuah indikator apakah departemen telah mengelola piutangnya secara efisien. Penagihan akan sangat bervariasi menurut daftar klien yang dimiliki perusahaan. Perusahaan kecil (klien) mungkin saja dapat membayar lebih cepat daripada perusahaan besar.
  3. Client service: pengukuran tunggal terbaik dari layanan klien mungkin berupa pertumbuhan pendapatan oleh klien. Memperbanyak jumlah klien sangatlah penting, akan tetapi bagaimana PIC melayani klien-klien secara efektif dari tahun ke tahun bukan hanya mengenai pendapatan, akan tetapi apakah PIC telah merangkul klien dengan memenuhi kebutuhannya. Kami akan memberikan bobot nilai yang tinggi pada layanan klien.
  4. Human resource development: pengukuran paling penting dalam kategori ini adalah: pengaturan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, menilai kinerja dan memastikan bahwa proses evaluasi sebenarnya telah menghasilkan perubahan. Kami percaya bahwa efektivitas dari seorang PIC terikat pada rencana kompensasi.
  5. One-firm commitment: manajemen yang baik harus fokus pada tujuan dan kebutuhan perusahaan. PIC seharusnya tidak hanya fokus pada profit depertemen mereka saja tetapi juga fokus pada kebaikan perusahaan terutama perspektif jangka-panjang.

Kami akan memberi bobot yang tinggi pada net income dan layanan klien, bobot yang lebih rendah pada collections, dan bobot sedang untuk pengembangan sumber daya manusia dan satu komitmen perusahaanuntuk kantor di WO.

  1. 5.      Dengan adanya pemahaman anda mengenai situasi industri tersebut, posisi WO dalam industri tersebut, dan kesan Ted Johnson atas misis WO, apakah rencana insentif yang baru merupakan faktor yang positif atau negative dalam manajemen perusahaan?

Menurut kami rencana insentif yang baru merupakan faktor yang berdampak positif dalam manajemen perusahaan. Banyak perusahaan sebenarnya sedang memberikan respon terhadap perubahan dalam lingkungan audit dengan cara mengacuhkannya dan berharap bahwa hal ini akan pergi dengan sendirinya. Beberapa perusahaan menekankan diferensiasi produk untuk membenarkan harga yang premium dan mengembangkan kepemimpinan berbiaya rendah untuk memungkin kan pemberian harga yang agresif. Mereka juga mencoba untuk melakukan pekerjaan diluar jasa audit.

Hal ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan menghindari untuk membayar  perusahaan CPA untuk jasanya dan perusahaan CPA kehilangan klien yang berharga. Oleh karena itu, kami setuju dengan usulan Ted Johnson bahwa perubahan harus dibuat, mengimplementasikan rencana insentif yang baru yang berfokus pada laba jangka panjang merupakan solusi.

Jika perusahaan memutuskan untuk mengimplementasikan sistem ini, maka mereka harus melatih CPO tentang bagaimana sistem ini bekerja dan bagaimana caranya mereka dapat memperoleh manfaat dari sistem tersebut untuk meningkatkan profit departemennya. Mereka juga harus dilatih bagaimana mereka dapat mengajarkan dan mengelola pegawai dalam fokus terhadap tujuan jangka panjang.

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Kuliah and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s