Ujian SIA: Fasilitas Internet dan Produktivitas Karyawan

Tulisan ini merupakan ulasan mengenai jawaban pertanyaan ujian akhir semester SIA beberapa hari yang lalu mengenai fasilitas internet yang diberikan perusahaan, penggunaannya dan produktifitas karyawan.

Sejak fenomena jaringan sosial muncul, banyak perusahaan yang melakukan tindakan melarang/memblokir situs jaringan sosial pada jaringan perusahaan. Padahal para karyawan saat ini tumbuh dengan fasilitas akses Internet, dan mereka juga mengharap­kan hal yang sama di tempat kerja mereka.

Jika Perusahaan melarang mereka untuk mengakses Facebook ketika jam makan siang atau nge-tweet, bisa jadi ketika sedang rehat minum kopi, mereka akan mencari cara untuk melakukan itu atau mencari perusahaan dengan peraturan yang lebih longgar.

Kebijakan  Perusahaan

Sebelum membuat kebijakan atau aturan, Perusahaan harus menyebutkan dengan jelas sikap perusahaan terhadap jaringan sosial. Apakah itu merupakan sesuatu yang dianggap sebagai aktivitas pribadi —seperti melakukan/menerima panggilan telepon pribadi dan kunjungan dari anggota keluarga—yang biasanya hanya boleh dilakukan pada waktu rehat dan jam makan siang? Atau perusahaan ingin mendorong para karyawan supaya menggu­nakan jaringan sosial untuk keperluan bisnis dan mengizinkan penggunaannya pada jam kerja?

Beberapa situs, seperti MySpace ditujukan untuk sosialisasi pribadi. Beberapa lagi, seperti Linkedln, murni untuk bisnis. Namun yang lain, seperti Facebookdan Twitter, berada di luar batasan itu, dan banyak digunakan untuk keperluan pribadi dan bisnis. Perusahaan bisa memperbolehkan atau melarang situs tertentu pada waktu jam kerja.

Menjadi Penilaian  Klien, Customer, atau Partner

Hubungan perusahaan dengan klien, customer, atau partner merupakan aset berharga yang bisa rusak jika komentar yang dikeluarkan di internet oleh karyawan asal-asalan. Bahkan suatu komentar positif pun bisa dimanfaatkan oleh para kompetitor untuk menjatuhkan perusahaan. Kebijakan atau aturan harus menyebutkan dengan jelas bahwa karyawan tidak boleh memberi rujukan ke klien, customer, atau partner tanpa seizin mereka. beberapa perusahaan melarang karyawan mereka untuk menampilkan nama perusahaan pada situs jaringan sosial. Jika karyawan diperbolehkan untuk menyebutkan hubungan mereka dengan perusahaan, maka perlu ditekankan bahwa mereka juga memikul tanggung jawab sebagai representasi dari perusahaan.

Jika para karyawan menyebutkan nama tempat mereka bekerja, perlu ditekankan bahwa semua blog dan posting-an pribadi lainnya harus disertai pernyataan bahwa opini yang di­nyatakan merupakan pendapat pribadi, dan bukan merupakan sikap dari perusahaan.

Informasi Internal atau Rahasia

Meskipun Perusahaan mempunyai kebijakan atau aturan lain yang mengatur pe­nyebaran informasi internal atau rahasia perusahaan, kebijakan atau aturan jaringan sosial harus mengulangi pernyataan pada kebijakan atau aturan tersebut, dan menyediakan contoh tertentu yang berhubung­an dengan situs jaringan sosial. Karena komunikasi jaringan sosial sifatnya informal, para karyawan kadang lupa—terutama ketika mereka beranggapan bahwa mereka sedang berdiskusi di antara mereka sendiri.

Situs jaringan sosial mempunyai level sekuriti beragam dan karena merupakan situs publik, mereka rentan terhadap pem­bobolan. Kebijakan atau aturan Perusahaan harus menyebutkan secara jelas bahwa informasi internal tidak boleh didiskusikan atau dirujuk ke situs-situs tersebut, meskipun melalui pesan pribadi. Dan itu berlaku untuksemua karyawan. Perusahaan bisa menyebutkan contoh informasi yang dianggap terbatas, seperti informasi keuangan perusahaan, data pelanggan, dan sebagainya.

Dampak Terhadap Produktivitas

Situs jaringan sosial bisa menjadi tool yang bagus untuk
membuat hubungan bisnis, tapi mereka juga bisa menjadi
pembuang waktu yang besar. Tidak sulit untuk membuatsuatu aturan jika situs yang digunakan murni untuk pribadi, tapi lain ceritanya ketika hal itu berhubungan dengan bisnis. Kadang tanpa disadari para karyawan telah menyalahguna­kannya. Oleh karena itu, penting untuk membuat panduan dan prioritas. Kebijakan atau aturan harus menyebutkan secara jelas bahwa aktivitas jaringan sosial jangan sampai mempengaruhi tugas uta ma karyawan.

Sanksi Disiplin

Agar dapat berjalan, kebijakan ini harus mempunyai sanksi jika dilanggar. Kebijakan atau aturan harus menyebutkan bahwa yang melang­gar akan diberi sanksi disiplin, dan bahkan bisa diberhentikan. Jangan lupa untuk menyebutkan kebijakan atau aturan lain yang terkait dengan hal tersebut.

Referensi: Artikel PC Media September 2009 “Menghadapi Situs Jejaring Sosial” Penulis: Gunung Sarjono

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in IT and Computer's, Kuliah and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s