Mengenal Investasi Surat Utang Negara

Karena sedang menyusun tugas mengenai instrumen pasar modal di Indonesia, tulisan sebelumnya waktu liburan kemarin saya membahas Reksadana dan satunya tentang Pengantar Reksadana (monggo diliat), kali ini  saya menulis artikel mengenai SUN, selamat membaca..

Besarnya minat kalangan pemodal memburu SUN sebagai salah satu portofolio investasinya bukan tidak memiliki alasan. Perusahaan-perusahaan seperti bank, asuransi, reksadana, dana pensiun yang menjadikan SUN sebagai diversifikasi investasi mereka. Investor akan selalu mencari lahan investasi yang  memberikan keuntungan paling tinggi. Semakin tinggi potensi keuntungannya, lahan investasi itu akan semakin diburu. Apalagi jika risiko yang dihadapi pemodal tidak besar, bahkan nyaris nol persen. Nah, itulah beberapa ciri dari SUN. Sebelumnya, kita lihat pengertian definisi dari SUN (Surat Utang Negara)

SUN adalah salah satu surat berharga negara yang berupa surat pengakuan utang yang pembayaran bunga dan pokoknya dijamin oleh pemerintah sesuai dengan masa berlakunya. Dana SUN dipakai pemerintah antara lain untuk membiayai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta menutup kekurangan kas jang¬ka pendek dalam satu tahun anggaran.

SUN terdiri dari dua jenis:
Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang berjangka  waktu sampai dengan 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto. Maksudnya, bunga diperhitungkan sebagai diskon harga penjualan awal SUN saat penerbitan
Obligasi Negara yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan dengan kupon atau pembayaran bunga secara diskonto.

Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang SUN menyebut, SUN diterbitkan dalam dua bentuk, yaitu (1) berdasarkan ada tidaknya warkat serta (2) berdasarkan diperdagangkan atau tidaknya SUN di pasar sekunder.

(1) SUN dengan warkat adalah surat berharga yang kepemilikannya berupa sertifikat, baik (a)sertifikat atas nama atau (b) sertifikat atas unjuk.
(a)Sertifikat atas nama merupakan sertifikat yang nama pemiliknya tercantum di lembar sertifikat tersebut. (b) sertifikat atas unjuk adalah sertifikat yang tidak mencantumkan nama pemilik, sehingga setiap orang yang menguasai sertifikat adalah pemilik yang sah.

SUN tanpa warkat atau scrip-less adalah surat berharga yang kepemilikannya dicatat secara elektronik.

(2) SUN yang diperdagangkan adalah SUN yang diperjualbelikan di pasar sekunder, baik di dalam maupun luar negeri. Perdagangan dilakukan melalui bursa atau di luar bursa, yang biasa disebut over the counter (OTC).

SUN yang tidak diperdagangkan adalah SUN yang tidak diperjualbelikan di pasar sekunder lni biasanya diterbitkan negara secara  khusus untuk pemodal institusi tertentu, baik domestik atau asing, yang berminat memiliki SUN sesuai dengan kebutuhan.

Dibandingkan instrumen lain, SUN lebih aman. Sebab, pembayaran SUN dijamin pemerintah sehingga risiko investasi kecil (resiko gagal bayarnya). Yang menarik, saat ini, investor asing menguasai porsi ter¬besar SUN. Porsi kepemillkan SUN terbesar berikutnya dipegang perbankan, investor selanjutnya adalah industri reksadana, industri asuransi, industri dana pensiun, dan industri sekuritas.

Investor SUN bisa memperoleh untung dari kenaikan harga (capital gain) maupun bunga yang dibayarkan secara rutin. Yield SUN menggambarkan potensi total imbal hasil yang akan diperoleh investor baik dari bunga maupun Capital gain.

Ketika situasi ekonomi global sedang bergejolak, biasanya, investor cenderung menempatkan uangnya di investasi yang aman. Nah, instrumen terbitan pemerintah SUN akan menjadi buruan investor, karena tentu saja resiko pada SUN cederung kecil bahkan nol utnuk gagal bayar, karena dijamin oleh pemerintah.

penurunan suku bunga akan berdampak sangat baik terhadap harga obligasi. Sebab, pergerakan harga obligasi berbanding terbalik dengan suku bunga. Apabila bunga turun, harga obligasi akan naik. Begitu pula sebaliknya.

Sayangnya, tak sembarang orang bisa melakukan investasi SUN. Sebab, investasi secara langsung di SUN membutuhkan dana yang sangat besar, setidaknya miliaran rupiah. Untuk investor yang tidak memiliki dana sebesar itu, dapat juga berinvesatsi pada instrumen lain seperti surat utang negara yang bernama  Obligasi Negara Ritel (ORI). Apa itu ORI?? Akan dibahas pada tulisan selanjutnya..

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Finance n Economy and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s