Mengenal Obligasi Negara Ritel ORI

yakk.. selanjutnya mengenai ORI.

Sejak pemerintah me­nerbitkan obligasi pe­merintah eceran ber­nama ORI, investor menjadi mudah menjangkau surat utang terbitan pemerintah. Investasinya awal jauh kecil ketimbang serta cara pembelian ORI juga tidak rumit. Kita tidak butuh duit miliaran rupiah, dengan dana jutaan saja kita bisa ikut berinvestasi pada ORI. Itu salah satu keunggulannya.. kita lanjut lagi bahas..

Sesuai namanya, ORI adalah obligasi negara yang dijual ke individual atau perorangan warga negara Indonesia. Karena membidik investor ritel, nilai investasi minimalnya kecil, yakni hanya Rp 5 juta. Tapi, walaupun pemerintah menerbitkan ORI yang ditujukan untuk kalangan ritel, instrumen investasi ini masih didominasi kalangan korporat. Jadi, saat ini belum banyak kalangan ritel atau individu yang berinvestasi di ORI.

Mekanisme investasi ORI itu hampir sama dengan obligasi biasa. Misalnya, ORI memberikan bunga tetap yang dibagikan setiap bulan. Selama ini, ORI memberikan bungs sekitar 7,95%-11,45% per tahun. Bunga ini terhitung cukup tinggi lhoo, sehingga biasanya orang yang berinvestasi menunggu hingga jatuh tempo, umumnya 3-5 tahun.

Sama dengan tujuan penerbitan SUN, ORI diterbitkan pemerintah untuk membiayai anggaran negara, diversifikasi sumber pembiayaan, serta mengelola portfolio utang negara. Kita bisa memesan ORI di pasar perdana. tapi, harap dicatat, pembelian ORI di pasar perda­na atau saat penerbitan hanya bisa dilakukan lewat agen pen­jual, baik bank maupun sekuri­tas, yang telah ditunjuk peme­rintah. kesempatan membeli ORI di pasar perdana juga tidak datang setiap saat. biasanya, pemerintah hanya menerbitkan ORI beberapa kali dalam setahun. Jika saya tidak salah, kemarin sempat mendengar di 8-11 Show Metro TV, tanggal 7 Februari yang lalu Pemerintah melepas ORI nomor seri… CMIIW

Biasanya, masa penawaran ORI berlangsung dua minggu. Kita bisa menghubungi bank atau perusahaan sekuritas yang menjadi agen penjual. Selanjutraya, mereka akan memesan ke pemerintah sesuai nilai nominal ORI yang kita inginkan. terlebih dahu­lu, kita harus membuka reke­ning di bank atau perusahaan sekuritas tersebut.

Jika misalnya kita tidak bisa membeli ORI di pa­sar perdana, Kita bisa juga membe­li ORI lewat pasar sekunder, yaitu dengan menghu­hungi bank atau sekuritas yang melayaninya, namun tentunya kita harus membayar dengan harga yang lebih tinggi….

Dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap, investasi ORI memang lebih mudah. karena investor tak perlu repot-repot mencermati laporan prospektus reksadana.

ORI bersifat likuid alias bisa dijual kapan saja. Pemilik ORI bisa menjual kapan pun kepada agen penjual. Jadi, saat butuh dana dan ingin menjual ORI, Anda bisa menjual di harga pasar pada para agen penjual.

Namun, seperti sudah disebut diatas, penjualan ORI hingga saat ini masih didominasi oleh korporat, beberapa hal yang menyebabkan antara lain belum ada harga pasar yang jelas bagi si investor ORI saat dia ingin menjual kembali. Sebab, saat obligasi ritel masuk ke pasar yang besar, harganya akan didiskon oleh pembelinya. Selain itu, tidak ada standar harganya. Jarak harga beli dan jual sangat jauh sehingga pertumbuhan harga tidak bisa dinikmati investor.

yapp.. itulah sedikit informasi yang dapat saya berikan yang saya sadur dari majalah kontan, dengan bahasa yang cukup mudah. Sampai jumpa ditulisan selanjutnya..

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Finance n Economy and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s