Google dan Facebook Pun Mempelajari Karakter Pengguna

Ketika sedang mengerjakan tugas kuliah yang berkaitan dengan CRM (Customer Relationship Management) yang salah satunya berkaitan dengan mengapa sebuah perusahaan berusaha menghimpun data maupun informasi para pelanggannnya, saya teringat mengenai artikel menarik di majalah komputer yang membahas betapa cerdiknya Google dan Facebook mengumpulkan data pribadi kita dan  mencoba untuk memelajari tingkah laku kita di internet, simak yang akan saya ceritakan berikut ini:

Tahukah Anda bagaimana cara Google memberikan search result dari keyword yang kita ketikkan? Jangan tanyakan algoritma perhitungannya karena Page pasti sudah merumuskan yang terbaik untuk kita semua.hehe

Kurang lebih gambaran ketika kita tanya sesuatu ke Google itu seperti ini:

setiap permintaan pengguna, Google memperoleh cookie yang terhu­bung dengan database-nya. Di sini terca­tat, browser apa yang dipakai pengguna, bahasa apa yang digunakannya dan dari mana asalnya, kata kunci yang pernah di­gunakannya, dan hasil pencarian apa saja yang pernah dikliknya. Kemudian, algoritma PageRank meng­kalkulasi dan menyortir artikel sesuai dengan tingkat kecocokan dengan link­nya. Artikel yang kerap dikutip website besar ditempatkan di urutan atas hasil pencarian. Selanjutnya, algoritma lain memproses hasil PageRank dan memban­dingkannya dengan informasi pengguna lalu menyusun urutan pencarian sehing­ga sesuai dengan kebutuhan pengguna tersebut, lokasinya (lokasi kita tmasuk bahasa), dan preferensinya.

Baiklah tren search engine saat ini ialah Personalised Search. Apa itu? Jadi semacam metode pencarian yang berusaha menampilkan hasil pencarian ataupun berita yang sesuai bagi seorang pengguna.  Darimana Google bisa memberikan hasil pencarian sesuai karakter pengguna?? Itulah yang akan berkaitan dengan mengapa perusahaan berusaha menggali informasi user/kita.

Kalau tidak salah mulai Februari kemarin Google memberi notif pada seluruh pengguna  atau pemilik akun Google, bahwa mereka akan mengintegrasikan data/layanan menjadi satu akun dan satu pengaturan. Alasan versi mereka ialah memudahkan mereka untuk mengelola dan menyimpan informasi pengguna untuk masing-masing aplikasi Google, seperti Gmail, Youtube, Picasa, GoogleDocs, Google Play, dan layanan milik Google.

Versi lain mengatakan bahwa langkah mengintegrasikan tsb adalah mempermudah Google untuk memata-matai penggunanya untuk sumber pendapatan Google Ads. Nah Lho..

Setiap Ads yang muncul ketika kita membuka email di Gmail dan di halaman search result akan berkaitan dengan apa yang kita cari.

GMAIL

Pada saat kita meng­aktifkan Google Mail Priority Inbox mela­lui opsi “Sorted entry”. Setelah opsi terse-but aktif, sebuah algoritma menganalisis email-email penting dan menempatkan­nya di daftar teratas.

Ada ratusan faktor yang memengaruhi proses pemeringka­tan email, termasuk komponen sosial se­perti intensitas komunikasi di antara pe­ngirim dan penerima email, berapa kali kita berbalas email. Algoritma mencatat berapa lama percakapan email berlangsung dan siapa yang memulainya. Kita sudah membalas sesering apa. Konfigurasi Google Mail pun turut diper­hitungkan.

Akhirnya, algoritma menilai perbedaan perilaku Anda dengan penggu­na lainnya, kemudian menyesuaikan dengan signifikansi berbagai faktor. Dari analisis perilaku Anda, Google dapat me­ngenali Anda lebih baik dan mengopti­malkan parameternya.

Google Mail juga semakin mengenal kita. Saat Anda menulis email, Google merekomendasikan bebera­pa alamat email dan daftar kontak Anda yang juga bisa dikirimi email yang sama. Google Mail juga memastikan agar Anda tidak mengirim email kepada seseorang tanpa sengaja. Algoritma juga dapat mem­bedakan alamat email dalam daftar perso­nal dan profesional Anda melalui analisis yang menurut Google, tingkat akurasinya sekitar 70 persen.

Darimana Google bisa memberikan hasil pencarian sesuai karakter pengguna?? Itulah yang akan berkaitan dengan mengapa perusahaan berusaha menggali informasi user/kita. Seberapa sering kita mengaskses suatu informasi, apa yang sering kita search, kepada siapa saja kita aktif dan berbagai perilkau yang kita lakukan.

Kalau tidak salah mulai Februari kemarin Google memberi notif pada seluruh pengguna  atau pemilik akun Google, bahwa mereka akan mengintegrasikan data/layanan menjadi satu akun dan satu pengaturan. Alasan versi mereka ialah memudahkan mereka untuk mengelola dan menyimpan informasi pengguna dan menyajikasn sesuai yang kita butuhkan untuk masing-masing aplikasi Google, seperti Gmail, Youtube, Picasa, GoogleDocs, Google Play, dan layanan milik Google.

Versi lain mengatakan bahwa langkah mengintegrasikan tsb adalah mempermudah Google untuk memata-matai penggunanya untuk sumber pendapatan Google Ads. Setiap Ads yang muncul ketika kita membuka email di Gmail dan di halaman search result akan berkaitan dengan apa yang kita cari.

Lain Google Lain Facebook

Social network menganalisis seberapa dekat hubungan antarpengguna. Oleh karena itu, Facebook dan Google+ bisa mengeta­hui dengan siapa Anda sering berkomunikasi dan dari siapa Anda ingin mengetahui hal-hal baru. Selanjutnya, social network menyusun peringkat.

Algoritma Edgerank menyortir update dari teman-teman Anda dan memilihkan berita yang penting untuk Anda baca. Se­telah itu, algoritma mengamati seberapa sering Anda mengikuti aktivitas seorang pengguna. Apakah Anda sering membaca postingnya dan mengomentarinya? Atau apakah Anda berkunjung ke halaman pro­filnya secara reguler? Edgerank juga me­ngamati jenis posting dan menilai lebih tinggi posting yang memicu banyak in­teraksi, biasanya posting yang menyerta­kan link atau video daripada teks singkat.

Edgerank tidak hanya menyortir yang kita lihat di Facebook, tapi juga menentu­kan dengan siapa dan bagaimana kita ber­komunikasi. Jika seorang pengguna ingin posting-nya ditempatkan di urutan atas news feeds, posting itu harus menghasil­kan sebanyak mungkin interaksi. Ia juga mendapat nilai lebih jika memulai sebuah forum, menyertakan link atau meng-up­date posting dalam bentuk barn.

Dengan begitu, Edgerank menentukan kesuksesan pertemanan dengan memberi imbalan maupun hukuman dari perilaku tertentu. Prinsipnya sama seperti komuni­tas offline. Bedanya, Facebook memakai algoritma untuk menentukan aturan kon­tak sosial.

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in IT and Computer's and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s