Smart TV: Ketika Televisi Layar Lebar Semakin Pintar

Sudah hampir 2 tahun ini jika kita mencermati iklan TV layar lebar di koran ataupun majalah, kita disuguhi produsen TV dengan produk yang unggulan yang bernama Smart TV.

TV apa lagi itu?  Sedikit kita melihat kembali perkembangan teknologi televisi yang berawal dari tabung Cathode Ray Tube (CRT), lalu dilanjutkan teknologi baru dengan materi kristal cair atau yang biasa kita kenal de­ngan istilah LCD (Liquid Crystal Dis­play), lalu terus berkembang dengan teknologi  selanjutnya yaitu TV plasma dan LED TV (Light Emiting Dio­de).

LCD, LED, dan plasma sudah menjadi tren televisi saat ini, produsen­ TV seperti Samsung, Sony, LG, Sharp, Toshiba dkk besar di dunia dengan­nya sangat pesat saling berlomba membuat panel TV high definition de­ngan rasio kontras tinggi dan sudut pandang yang lebar agar nyaman dilihat hingga ukuran terlebar dan yang terakhir TV 3D yang sepertinya kurang ngangkat(konon katanya penggunaan kaca mata agar efek 3D lebih realistis membuat pasar masih susah menerima), kini perlombaan seperti itu sudah masuk ke babak baru.

Produsen TV saat ini menawarkan fungsi lebih dari se­buah televisi yatitu dengan menanamkan konektivitas Internet ditanamkan ke TV layar lebar, jadi fungsinya tidak hanya untuk menyiarkan siaran televisi lokal ataupun menonton BluRay, tapi juga bisa mengakses berbagai macam konten dan aplikasi yang tersedia di internet,itulah yang disebut Smart TV.

Jadi layaknya smart Phone, Smart TV bisa di install aplikasi apa pun yang diinginkan, seperti aplikasi hiburan, informa­si/berita, game, cuaca, nonton video on demand seperti Youtube dan lain-lain sesuai yang disediakan oleh produsen TV maupun oleh pihak ketiga.

Walau sama-sama terhubung dengan Internet, namun Smart TV (disebut juga dengan Connected TV atau Hy­brid TV) berbeda dengan Internet TV. Perbedaan itu terletak pada interaksi­nya. Smart TV memiliki ekosistem sendiri yang terdiri atas hardware yang terkoneksi dengan Internet bisa terintegrasi dalam televisi atau terpisah software yang menjalankan antarmuka (interface) pengguna, ser­ta aplikasi-aplikasi yang berada di da­lamnya. Mirip dengan ponsel pintar (smartphone), yang juga memiliki software dan aplikasi-aplikasinya sendiri. Konten yang dimiliki Smart TV fokus pada media yang interaktif, konten over-the-air (OTA), serta strea­ming media yang bisa dilakukan se­cara on-demand.

Tapi dari majalah CHIP yang saya baca, untuk di Indonesia ada beberapa aplikasi Smart TV yang belum didukung penuh seperti aplikasi cuaca, dan aplikasi konten lokal masih kurang, ya setidaknya pengguna masih bisa memakai Facebook, Twitter, Games dan Picasa yang terintengrasi dalam Smart TV. Itulah sepenggal cerita tentang Televisi Pintar. Referensi: artikel pada majalah CHIP Edisi Januari 2012.

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Daily Experience, IT and Computer's and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s