Krisis Eropa, Tenangnya Harga Minyak, Bengkaknya APBN 2012 dan Perlukah Indonesia Utang Lagi? Bagian DUA

Baca bagian SATU disini  agar lebih jelas tulisan ini.

Nah, dijudul ada Kaitan harga Minyak dan APBN 2012 kita. Dimana kaitannya?

Krisis Eropa yang dijelasin diatas telah memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, ingat juga kalau AS masih berusaha bangkit dari krisisnya sampai saat ini. Perlambatan ekonomi dunia ini menyebabkan turunnya permintaan minyak dunia karena otomatis industri dunia juga kurang bergairah dan pesimis pada penyelesaian krisis Eropa yang tak kunjung menemukan jalan keluar terbaik.

Karena permintaan turun maka tekanan kenaikan harga minyak cenderung mereda. Harga minyak Brent yang menjadi patokan harga minyak Indonesia (ICP) kini 109 dollar AS per barrel. Padahal, harga Brent pernah mencapai 128 dollar AS pada Maret 2012, sedangkan rekor tertinggi 147 dollar AS (Juli 2008). (Kompas.com)

Ga cuma itu, harga minyak dunia juga biasa dipengaruhi oleh konflik politik yang terkait dengan proyek nuklir Iran. Namun, seiring dengan perhatian terhadap krisis ekonomi yang lebih besar daripada memelihara konflik politik, maka isu Iran pun kini cenderung mengempis. (kompas.com)

Nah, turunnya harga minyak dunia saat ini dan konsumsi BBM dalam negeri kita tak bisa tekan lewat berbagai kebijakan yang akhirnya NOL BESAR tidak terlaksana, membuat APBN 2012 saat ini jebol akibat subsidi minyak yang membengkak.

SBY sudah teriak untuk berhemat, Gubernur di Kalimantan memaksa Menteri ESDM Jero Wacik untuk menambah kuota BBM mereka, (update senin sore 28 Mei 2012, masyarakat akan memboikot batu bara yang akan dikirim ke untuk PLTU Jawa,sehingga Listrik di Jawa Terancam Padam.. wuahh) MenKeu teriak: Genjot pemasukan negara dari pajak, bea cukai, sektor migas dan non migas dll. (kalau pemasukan saja bocor oleh gayus dan pengeluaran bocor di DPR ya sami mawon baca: sama saja Pak!!)

bagaimana jika 40 Juta kilo liter yang dijatah taun ini tidak mencukupi?? dan sepertinya memang akan habis di November, mungkin saja malah di November… Gampang, kita utang saja lagi..

Padahal pemerintah bertekad kalau defisit APBN 2012 hanya sebesar 2,23 persen saja terhadap PDB. Ini artinya masih dalam batas toleransi yang direkomendasikan para ekonom dunia.

Utang lagi saja lah, kan rasio utang PDB kita masih 25%.. wah yaa sebenarnya mungkin tidak masalah jika berhutang lagi. Namun, apakah utang baru itu bisa benar-benar dialokasikan secara produktif?????

Ya kalau utang baru cuma untuk belanja rutin seperti belanja pegawai, gaji pegawai, jalan-jalan berkedok studi banding, maka langkah utang lagi akan sangat SIA-SIA.. kalau mau utang gunakanlah untuk belanja infrastruktur agar menyerap tenaga kerja, dan menggerakkan perekonomian kita..

sudah 23.30 saatnya tidur.. sampai jumpa di tulisan berikutnya…hehe.

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Finance n Economy and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s