Dahlan Iskan: Lupa Sepatu, Nyeker dan Ide Rapat dengan Baju Seragam untuk Direksi

Entah bagaimana awalnya, mantan Bos Jawa Pos ini, lupa  mengenakan sepatu kets kebesarannya.

Sampai kemudian salah satu stafnya datang, dan membawakan sepasang sepatu merek DI. Tanpa canggung, menteri yang juga wartawan ini mengenakan sepatu warna hitam bergaris abu-abu di depan para tetamu yang masih mengerubutinya.

Dahlan membungkuk di atas hamparan karpet merah, dan sejurus kemudian, sepasang sepatu kets itu terpasang rapi di kedua kakinya. Itulah Dahlan, satu dari sedikit menteri paling kreatif, praktis dan jauh dari formalitas di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Rabu siang (10/10), Dahlan memang sedang menggelar Rapat Koordinasi BUMN di The Sahid Rich Jogja Hotel Yogyakarta. Dia mengundang sedikitnya 110 BUMN di bawah pengelolaannya. Tak tanggung-tanggung, semua anggota direksi wajib hadir dalam acara ini sekaligus minimal dua komisaris. Tentu saja The Sahid Rich penuh sesak. Tidak saja oleh manajemen BUMN, juga sejumlah menteri dan mantan menteri rombongan Presiden, yang sebelumnya menghadiri pelantikanGubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Yang unik pada Raker BUMN kemaren adalah  sulit untuk mengenali figur direksi jika dilihat dari pakaiannya. Namun, asal perusahaan para direktur itu justru lebih menonjol, karena di balik baju-baju sederhana mereka, melekat logo-logo perusahaan seperti Bank Mandiri, Jamsostek, Pegadaian, Ti mah, maupun Permodalan Nasional Madani.

Semua itu tak lepas dari perintah Dahlan agar semua peserta rapat menggunakan pakaian dinas harianstaf masing-masing perusahaan. Jadi praktis tak ada dasi dan jas pada perhelatan kemarin.  Presiden pun cukup memakai baju safari di acara tersebut.

”…Dari 141 BUMN yang ada, sekitar 110 BUMN hadir dalam rakor, karena yang lainnya sebenarnya tinggal mayat tetapi belum dikubur.” Menteri BUMN Dahlan Iskan

Direktur PT Timah Tbk Abrun Abubakar mengenakan kemeja abu-abu dengan logo Timah di dada kanan. direksi PT Jamsostek, berkerumun di salah satu sudut lobi. Tampak Dirut Elvyn G. Masassya mengenakan kemeja lengan pendek hijau, warna korporat dari BUMN yang bergerak di perlindungan tenaga kerja tersebut. Demikian juga dengan jajaran direksi PT Bank Mandiri Tbk dengan kemeja biru.

Bagi Dahlan, instruksi dress code bukan tanpa alasan. “Saya minta menggunakan pakaian kerja, karena itu kan rapat kerja. Supaya lebih terasa saja iklim kerjanya. Moto kami kan: kerja, kerja, kerja, jadi lebih mencerminkan korporasi,” tuturnya.

Dalam rakor dengan Presiden, Dahlan menyebutkan tema yang di angkat adalah menciptakan BUMN menjadi perusahaan yang bersih, efisien, dan lokomotif pertumbuhan. “BUMN ini kan milik negara, bukan swas ta, sehingga kehadirannya itu harus ada alasan. Kami kelompokkan BUMN dalam tiga kelompok besar yakni ketahanan nasional, engine of growth, dan jagoan internasional,”ujarnya.Dahlan memang bertekad untuk menjadikan BUMN sebagai perusahaan yang bersih dan lokomotif pertumbuhan dilakukan dengan mengelompokkan perusahaan pelat merah dalam tiga bagian. Pertama, sebagai penjaga ketahanan nasional. Kedua, mesin pertumbuhan, dan ketiga jagoan internasional. Bila ada BUMN belum termasuk dalam tiga kelompok tersebut dan menolak dibubarkan, Dahlan menawarkan untuk merger atau dijual kepada investor. 

Di.tulis ulang dengan pengubahan dari harian BISNIS Indonesia 11 Oktober 2012

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Finance n Economy and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s