Mengapa Apple Hobi Menuntut Samsung dkk?

Kita mungkin cukup sering mendengar berita mengenai sengketa hukum pelanggaran hak paten antara Apple dan Samsung di sejumlah pengadilan di Amerika Serikat dan Eropa mungkin bertanya-tanya,

“Kenapa sih Apple seneng banget nuntut perusahaan lain?”

Jika demikian, pertanyaan Anda sama dengan saya, dan barangkali ribuan orang di luar sana.

Jika ditelisik lebih jauh, persoalan tuntut-menuntut karena pelanggaran hak paten ini rupanya bukan dominan dilakukan Apple. Harian The New York Times, Minggu (7/10) lalu memberitakan, jumlah tuntutan paten yang diajukan ke pengadilan distrik Amerika Serikat meningkat hampir tiga kali lipat tiap tahun dalam kurun waktu dua dekade terakhir. Pada tahun 2010 saja terdapat 3.260 kasus.

Microsoft telah menuntut Apple dan Research in Motion; Research in Motion telah menuntut Visto, perusahaan teknologi mobile; pada bulan Agustus, Google, melalui Motorola, menuntut Apple, karena merasa Siri melanggar patennya. Tuntutan itu baru dicabut Google pekan lalu. Semua perusahaan raksasa ini juga sudah dituntut beberapa kali oleh perusahaan lain.

Kembali ke Apple, mengapa perusahaan yang didirikan mendiang Steve Jobs ini sangat agresif mematenkan seluruh temuannya, dan agresif menuntut siapa pun yang melanggar?

Rupanya hal tersebut tak terlepas dari pengalaman pahit Apple tak lama setelah Jobs merilis iPod tahun 2006. Ketika itu, Apple harus membayar denda USD100 juta karena melanggar paten “perangkat pemutar musik portabel” milik Creative Technology. Sesudah kasus itu, Jobs bersumpah untuk mematenkan seluruh penemuan Apple, termasuk seluruh teknologi iPhone.

Para insinyur Apple dipanggil ke acara bulanan yang disebut “sesi pengungkapan penemuan,” di mana mereka akan menggambarkan hal-hal yang sedang mereka kerjakan dan seorang pengacara akan menentukan apakah hal tersebut bisa dipatenkan atau tidak. Menurut salah seorang mantan pengacara Apple, bahkan ketika para insinyur itu tahu bahwa ide mereka tak bisa dipatenkan, mereka tetap mengajukan permohonannya.

Tujuannya untuk mencegah perusahaan lain mematenkan ide tersebut.  Jadi, tak mengherankan, dalam satu dekade terakhir, jumlah permohonan paten Apple tiap tahun terus meningkat hingga 10 kali lipat, dan mereka telah menerima lebih dari 4.100 hak paten sejak 2001.  Selain itu, Apple juga ingin melindungi temuannya yang didapatkan berdasarkan riset bertahun-tahun, dan menelan dana besar.

Fitur “slide to unlock” di perangkat iPhone yang terkesan sepele itu dipatenkan Apple karena mereka butuh waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakannya. “Perusahaan lain tak boleh mencurinya,” kata salah seorang  mantan petinggi Apple. “Karena itu pulalah sistem paten ada.”

Anda mungkin masih ingat, ketika iPhone pertama kali diperkenalkan tahun 2007, Steve Jobs berkata pada para hadirin Macworld, “boy kami sudah mematenkannya.”

Sejak saat itu pula Apple menuntut banyak perusahaan smartphone yang dianggap mencontek teknologi mereka, seperti HTC dan Samsung. Kepada The new York Times, Apple mengatakan, “Apple selalu mempertahankan inovasi. Untuk melindungi temuan kami, kami mempatenkan banyak teknologi baru dalam produk-produk inovatif. Sangat jarang kami menempuh jalur hukum atas sengketa paten, jalur hukum adalah pilihan terakhir. Kami pikir perusahaan harus memimpikan produk mereka sendiri daripada sengaja mencontek punya kami, dan pada Agustus lalu juri di (pengadilan) California membuat kesimpulan yang sama.”

Menurut The New York Times, kadang perusahaan seperti Apple tak punya pilihan lain selain menuntut rivalnya secara hukum. Jika Apple diam, mereka akan melihat perusahaan lain menambang dollar dari teknologi temuan mereka sendiri. Tidak adil bukan?

Diambil dengan pengubahan dari Harian The New York Times, Minggu (7/10)

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in IT and Computer's and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s