Saatnya Kita Beralih ke LTE ?

Berdasarkan survey yang dilakukan MarkPlus Insight, pengguna Internet di Indonesia terus bertambah. Jika di tahun 2010 jumlah pengguna Internet sekitar 42 juta, ditahun 2011 meningkat menjadi 55 juta. Terus bertambahnya pengguna Internet di Indonesia menunjukkan bahwa Internet menjadi salah satu kebutuhan yang sepertinya sulit dipisahkan.

Kita lihat saja lingkungan disekitar kita saat beraktivitas baik didalam ruangan maupun diluar ruangan, hampir setiap orang selalu menggunakan gadget mereka untuk mengakses internet baik melalui telepon seluler, tablet maupun laptop maupun netbook mereka.

Semakin besarnya pengguna Internet di Indonesia tak lepas dari penggunaan perangkat mobile (smartphone dan notebook) yang beberapa tahun belakangan ini sedang mengalami kenaikan. Perangkat mobile memberikan keparaktisan dan memunginkan pengguna mengakses Internet di mana saja.  

Sebagai contoh: di kampus saya menggunakan WiFi yang disediakan secara cuma-Cuma untuk mengakses internet, diperjalanan saya menggunakan koneksi via 3G HSDPA untuk berselancar melalui ponsel. Sedangkan dirumah, EVDO True Unlimited ditambah WiFi Router mengubah rumah saya tercover oleh WiFi sehingga saya bisa mengasksesnya  via tablet dari mana saja.

Di tengah peningkatan penggunaan Internet ini, satu hal yang sering menjadi ganjalan adalah masih lambatnya akses Internet di Indonesia. WiMAX yang mengusung teknologi broadband wireless diprediksi akan menjadi alternatif bagi mereka yang kurang puas dengan akses Internet 3G. Namun, kenyataannya penggunaan layanan ini belum populer. Penerapannya pun masih terbatas pada beberapa lokasi atau area.

Karena selama ini provider yang kita kenal masih menggunakan “embel-embel” up to … Mbps pada kecepatan yang mereka tawarkan yang sebenarnya tidak seseuai dengan yang kita dapatkan. (Tri Riyadi)

Salah satu teknologi 4G yang tak kalah menariknya selain WiMAX adalah LTE. Teknologi ini sudah diterapkan di beberapa negara. Indonesia pun rencananya akan menerapkan teknologi ini. Hanya saja ada beberapa kendala yang perlu diatasi, salah satunya adalah  masalah alokasi frekuensi. Rasanya, solusi dari kendala layanan teknologi tersebut sebenarnya tinggal menunggu waktu.

Satu hal yang perlu digaris bawahi, jika memang dua layanan teknologi tersebut mulai diterapkan, sudah sepatutnya para provider melakukan pengaturan bandwidth dan penyediaan infrastruktur yang baik sehingga kecepatan akses layanan data dapat terus terjaga sesuai dengan harapan. Jangan sampai tawaran kecepatan akses hanya sebagai iklan “pemanis” yang tidak sesuai dengan kenyataan. Karena selama ini provider yang kita kenal masih menggunakan “embel-embel” up to … Mbps pada kecepatan yang mereka tawarkan yang sebenarnya tidak seseuai dengan yang kita dapatkan.

 

 

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in IT and Computer's. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s