Agak Lucu dan Wagu, Wacana Pulsa Telepon Seluler jadi Barang Kena Cukai

Sudah mendengar kabar tersebut?saya juga baru baca awal tahun ini ketika baca e-magz pulsa terbaru.

Ya kabarnya kabar Kementerian Keuangan akan menjadikan pulsa telepon seluler sebagai barang kena cukai. Alasannya, penggunaan telepon seluler berbahaya untuk kesehatan dalam jangka panjang.

 Haha. Alasan yang cukup lucu bukan, terdengar seperti mengada-ada dan tampak Kemenkeu sedang memutar otak mencari tambahan kas negara.

Lucu lagi, wacana tersebut muncul tanpa ada koordinasi terlebih dulu dengan Kementrian Kominfo dan BRTI  Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)  terkait rencana penetapan cukai pulsa tersebut.

KemenKeu berpendapat cukai itu, nantinya sebagai instrumen untuk membatasi pemakaian pulsa telepon seluler. Selain itu pemakaian telepon seluler lebih dan 10 tahun disinyalir menggandakan resikokanker otak. Radiasi telepon seluler dinilai dapat memicu kanker otak, tumor sel saraf pendengaran, tumor kelenjar saliva, leukemia dan limfoma.  

 (KemenKeu beralasan dampak kesehatan, terdengar agak bagaimana begitu). Okelah kalau alasannya beberapa negara sepertiAmerika Serikat, India, Tarkistan, Estonia, Rumania, Serbia dan Slovenia telah menerapkan kebijakan cukai pada pulsa telepon seluler.

Saat ini, meski pengenaan pajak atas pulsa sudah banyak, tapi, kenyataannya justru tidak mengurangi konsumsi penggunaan pulsa dan telepon seluler.  Hal tersebut yang mendasari munculnya rencana pengenaan cukai untuk mengendalikan pola konsumsi masyarakat.

 Saya rangkumkan saja, Pendapat beberapa pihak:

  1. Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengaku terkejut dan menilainya sebagai kebijakan sembarangan. Alasan kesehatan dinilai terlalu mengada ada.
  2. Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Human Kementerian Komunikasi dan Informatika pun kaget mengenai rencana cukai pada pulsa telepon seluler itu. la bahkan belum mendengar Iangsung dan menerima materi untuk pengenaan cukai pada pulsa ponsel.
  3. Kominfo sendiri menilai alasan radiasi, ponsel mengganggu kesehatan kurang tepat jika dipakai sebagai pertimbangan menerapkan cukai pada pulsa ponsel, Pasalnya, pihak Kominfo sudah melakukan pengawasan yang ketat terhadap kadar radiasi yang dihasilkan sebuah telepon seluler sebelum dipasarkan di Indonesia.
  4. pelaku industri pun mengaku tak mendapat informasi dan pemerintah terkait rencana penetapan cukai pulsa. Kalangan operator mengklaim belum diajak berdiskusi mengenai persoalan tersebut.
  5. Sementara sebagian kalangan masyarakkat menilai rencana penerapan cukai pada pulsa telepon seluler bakal memberatkan konsumen.

Jika jadi dikenakan cukai, Dampaknya:

konsumen terancam dirugikan karena harga pulsa bisa naik. Dengan penerapan cukai pada pulsa telepon seluler, provider tentu akan menaikkan harga, dikuatirkan membuat harga pulsa akan naik.

Pendapat pribadi:

kualitas layanan telekomunikasi di Indonesiasendiri masih belum sepenuhnya memuaskan layanannya, masih kurang optimal, kalau konsumen harus dibebani pula dengan biaya tambahan berupa cukai pulsa sepertinya kurang tepat momennya, kecuali pelayanan komunikasi di Indonesia sudah setara di negara-negara Eropa dan AS.

Tulisan terinspirasi setelah membaca majalah PULSA Edisi terbaru. Akhir Januari 2013 ini.

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Finance n Economy and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s