Kasus Bakrie Vs Rothschild

Memahami Dinamika Bakrie Vs Rothschild

Tajuk harian BISNIS INDONESIA 20 Februari 2012

Clip_3

Drama pertarungan Bakrie melawan Nathaniel Rothschild terkait tukar guling saham senilai US$3 miliar mendekati babak final. Hasilnya akan diputuskan melalui rapat para pemegang saham yang berlangsung pada 21 Februari nanti.

Transaksi tukar guling itu bermula dari ekspektasi mendapatkan dana tunai dari Nat—sapaan pengusaha berdarah Yahudi berbasis di London itu– untuk menutupi utang-utangnya. Keluarga Bakrie harus melepaskan Bumi Resources dan Grup Recapital melepaskan Berau Coal Energy.

Tukar guling itu memungkinkan Bumi-Berau memiliki akses ke bursa London melalui Vallar Plc. Sebuah kerja sama yang mengangkat dua perusahaan Indonesia itu menjadi pemain global di komoditas batu bara.

bakrie

Dalam rencana awal, kerja sama itu akan memberikan keun-tung    an kepada dua belah pihak. Nat memperoleh akses ke pro  -duksi batu bara terbesar di Asia Tenggara sedangkan Rosan dan Bakrie bisa mendapatkan akses untuk memasuki pasar batu bara maupun pasar finansial Eropa lebih optimal.Itu sebabnya Vallar yang kemudian bermetamorfosis menjadi Bumi Plc menjadi pemegang 29,2% saham di Bumi Resources dan 84,7% saham di Berau Coal Energy.

Namun harapan untuk mendapat keuntungan bersama tidak pernah kunjung tiba. Sebaliknya, kedua pihak terlibat perseteruan yang pan-jang. Nat malah berupaya keras menggusur kendali Samin-Bakrie-Rosan dari Bumi plc. Bermula pada 2010 ketika transaksi tukar guling yang dilakukan de-ngan menjaminkan saham Bumi Plc justru mendapatkan kecelakaan ketika harganya terus terkoreksi di bursa London.Ini dialami Grup Bakrie pada 11 Oktober 2011. Selang 5 bulan setelah transaksi tukar guling terlaksana saham Bumi Plc anjlok. Kovenan utang Bumi senilai US$1,35 miliar pun terlanggar. Pilihannya, di tengah kondisi keuangan yang semakin melorot, mereka harus menaikkan jaminan utang (top up). Beruntung Samin Tan, pemilik PT Borneo Lumbung Energy Tbk datang untuk menyelamatkan keadaan.

Pertarungan pun berlanjut. Bakrie-Berau mengajukan proposaluntuk melepaskan diri dari pengaruh Nat dan keluar dari Bumi Plc. Langkah itu terhambat karena kemudian muncul temuan bahwa Bakrie-Berau adalah concerted party, artinya berada di satu pihak dan terafiliasi sehingga hanya bisa mewakili satu kepentingan saja. Kalau demikian maka kecil kemungkinan proposal mereka bisa lolos dalam rapat umum Bumi plc. Itu sebabnya pihak Samin-Bakri-Rosan sibuk berupaya untuk menyiasati klausul ‘concerted party’.

Salah satu yang dilakukan adalah, menjelang rapat umum luar biasa para pemegang saham, Grup Recapital melepaskan sahamnya ke sejumlah pihak. Konon salah satu pihak yang membeli adalah Flaming Luck Investement Ltd yang dikendalikan oleh Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

Selain itu masih ada Avenue Luxembourg dan Argyle Street Management. Pihak Recapital menegaskan bahwa para calon pembeli itu sama sekali tidak terafiliasi baik dengan Grup Bakrie maupun dengan Borneo. Kehadiran para pemegang saham baru itu dibutuhkan untuk memberikan suara dukungan dalam rapat pemegang saham beberapa hari ke depan.

Tentu hingga saat ini kita belum bisa memastikan siapa yang bakal keluar sebagai pemenang. Namun, berbagai pihak meyakini, kalah atau menang dalam pertarungan ini sebenarnya adalah pilihan yang berat baik bagi Nat maupun bagi perusahaan-perusahaan Indonesia.

Andaikan saja Bakrie dan Rosan berhasil melepaskan diri dari Bumi Plc, mereka tetap harus melepaskan sejumlah asetnya untuk mem-bayar utang-utangnya, terutama kepada Nat.

Ketika para pemegang saham mayoritas terlibat pertengkaran, satu hal yang mesti diingat adalah nasib para pemodal kecil di lantai bursa. Apalagi hampir semua pihak yang terlibat adalah perusahaan publik.

Kita tentu berharap otoritas pasar modal, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus bertindak cepat dan segera meminta pihak-pihak terkait memberikan informa-si secara transparan. Hanya dengan informasi yang transparan, pemo-dal bisa menimbang kinerja dan prospek emiten secara tepat untuk menghindari risiko kerugian yang berlebihan

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Finance n Economy and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s