Pembahasan Kasus Raihan Jewellery

Pada pengujung Februari sampai awal Maret kita  kembali disodorkan dengan berita yang memprihatinkan tentang penipuan investasi emas yang ramai dibahas di berbagai media cetak, elektronik dan online.

Investasi emas bodong! Itulah yang menipu para nasabah investor. Hebatnya salah satu perusahaan  perusahaan investasi emas tersebut yang bernama Raihan Jewellery mampu mengumpulkan dana nasabah investor sebesar Rp13,2 triliun. Wow!!

Modus Operandi

Raihan Jewellery sebenarnya melakukan transaksi emas fisik biasa, di mana harga emas yang ditawarkan dengan harga 20% hingga 25% lebih mahal dari harga fisik biasa atau dari harga logam mulia yang dihasilkan oleh PT Antam.

Kemudian mereka memberikan bonus atau fixed income setiap bulan selama periode tertentu kepa-da setiap investor. Skema selanjut-nya yang dilakukan adalah dengan investasi emas nonfisik.

Artinya, emas yang telah dibelikan oleh investor dititipkan kembali kepada Raihan. Dan sebagai bukti, nasabah memegang bukti pembayaran dan surat perjanjian investasi. Adapun kontrak investasinya berdurasi 6 hingga 12 bulan ke depan dengan bonus tetap bulan-an 4,5% dan 5,4% dari nilai investasi nasabah. Jika masa kontrak berakhir, nasa-bah bisa menjual kembali emas tersebut kepada Raihan seharga pembelian awal.

Perusahaan tersebut melakukan ajakan investasi dengan modus operandi menggunakan skema money game atau skema ponzi dengan cara memutar dana nasabah, dengan cara membayar bonus nasabah lama dengan uang dari nasabah baru. Hal itu terus berlangsung hingga jumlah dana dari nasabah baru tak bisa lagi menutupi pembayaran bonusnya.

Investasi Bodong sudah sering terjadi

Sayang’a investasi bodong ini bukanlah hal baru. Sudah sering terjadi di Indonesia. Penyebab nasabah investor tertipu: (1) karena tidak pandai memilih tempat investasi secara pruden, (2) karena serakah sehingga tergiur investasi yang memberikan keuntungan yang tidak masuk akal.

yang perlu diingat adalah ada hubungan yang searah antara keuntungan (return) dan risiko (risk). Artinya semakin tinggi keuntungan menunjukkan semakin besar pula risiko ruginya. Jadi  ketika diiming-imingi investasi dengan tingkat imbal hasil yang sangat tinggi (high rate of return) dengan risiko yang rendah atau bahkan tanpa risiko (rugi) sama sekali, pasti ada kebohongan di dalamnya

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Finance n Economy and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s