Humilitas Kristiani

Oleh: Aloys Budi Purnomo Pr

Rohaniwan, budayawan interreligius, ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Mengampuni adalah salah satu keutamaan Kristiani yang lahir dari humilitas, yakni semangat kerendahan hati. Yesus Kristus yang kita kenangkan kelahiran-Nya pada Hari Raya Natal pernah bersabda, “Datanglah pada-Ku hai kamu yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Belajarlah dari pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati!” (Mateus 11:28-30).

Tentang humilitas, meminjam penuturan Suster Martha E Driscoll, pemimpin pertapaan St Maria Bunda Pemersatu di Gedono, humilitas adalah hidup dalam kebenaran. Kebenaran bukan informasi yang betul melainkan mutu hidup – konformitas kita sebagai ciptaan kepada maksud Sang Pencipta. Pemisahan dari kebenaran itu adalah sumber segala kekacauan, penderitaan, dan dosa.

Bila kita tidak tahu manakah tujuan yang benar maka kita salah arah. Kekurangan kebenaran adalah hidup dalam kepalsuan – kita buta dan penuh kebohongan meskipun tanpa sadar. Humilitas adalah hidup dalam kebenaran, realistis, menghadapi kenyataan, tanpa ingin memaksakan agar kenyataan menyesuaikan diri dengan kita. Kebenaran Kristus menunjukkan tujuan kita bersama, maka ada rasa solider dengan semua manusia dalam belarasa.

Kecuali itu, humilitas juga berarti berani maju dalam jalan pertobatan dan transformasi seluruh diri kita berkat penebusan Kristus yang sungguh dialami. Kita semakin menyerahkan diri kepada karya-Nya di dalam diri kita yang mentransformasikan dalam setiap dimensi hidup kita, dari kita yang terluka, takut, minder, cacat, sombong dan egoistis, beralih menjadi anak Allah dalam kebebasan kasih – meskipun masih tetap cacat. Semua kepalsuan dilepaskan supaya kita bebas.

Itulah yang sesungguhnya terjadi dalam peristiwa Natal Perdana, saat Yesus Kristus lahir di dunia ini. Ia rela menyapa kita sebagai bayi nestapa untuk membebaskan kita dari belenggu dosa, sehingga kita mampu juga mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Pengampunan juga bisa kita berikan kepada para pemimpin dan elite politik kekuasaan negeri ini karena sering berlaku tak adil bagi rakyatnya sendiri. Bagi para koruptor, pengampunan diberikan dalam bentuk hukuman yang seberat-beratnya agar mereka bertobat. Selamat Natal! Semoga Tuhan memberkati bangsa ini dengan damai-sejahtera.🙂

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s