Masalah Environmental Cost pada Amazon

Ini topik mengenai pertemuan selanjutnya. mengenai Environmental cost management. Berikut mengenai Amazon yang mampu mengelola Environmental cost mereka.

Konsep online shopping memang dinilai lebih ramah lingkungan daripada traditional shopping yang lebih banyak memproduksi publikasi dan branding yang tercetak dalam bentuk fisik. Amazon berusaha untuk membuktikannya melalui berbagai prorgam Kaizen yang dilakukan secara independen di berbagai fasilitasnya, yang menghasilkan banyak perbaikan dan penghematan dalam operasionalnya, sekaligus memenuhi misi penyelamatan lingkungan!

Konsep Ramah Lingkungan

Sebagai perusahaan e-commerce terbesar, Amazon menyadari bahwa setiap inisiatif perbaikan yang mereka lakukan akan membawa dampak baik bukan hanya untuk perkembangan bisnis, namun juga kepada kesejahteraan lingkungan hidup secara umum.  Penghematan dan efisiensi yang dilakukan Amazon dilakukan sebagai wujud implementasi inisiatif penyelamatan lingkungan dan penghematan energi. Sebagai contoh, Amazon telah mengembangkan konsep packaging yang ramah lingkungan dan mudah dibuka.

Pengembangan konsep frustration-free packaging oleh Amazon merupakan bagian dari pelayanan prima yang ingin diberikan perusahaan kepada pelanggannya. Kemasan yang digunakan untuk membungkus produk yang dibeli di Amazon ini amat mudah dibuka dan 100% dapat didaur ulang. Selain itu, Amazon tidak perlu menambahkan kotak, plastik atau dus ekstra untuk membungkus produk karena kemasan ini telah memberikan perlindungan yang memadai pada produk. Selain memberikan penghematan biaya, kemasan ini juga ramah lingkungan.

Untuk produk elektronik seperti televisi, peralatan elektrik dapur dan berbagai perkakas rumah tangga lainnya, Amazon menggunakan kemasan yang terbuat dari kertas dan 100% dapat didaur ulang. Demikian juga kemasan berbantalan bebas racun yang digunakan sebagai pelindung.

Program Kaizen dan Misi Pemeliharaan Lingkungan

Demi usaha penghematan dan kepedulian terhadap lingkungan, Amazon menjalankan program Kaizen, yang memungkinkan seluruh level karyawan di Amazon menyelam lebih dalam ke setiap sudut dan celah pada proses untuk mengidentifikasi waste dan merancang solusi alternatif yang lebih hemat energi.

Kekuatan proyek Kaizen ini terletak pada efek kumulatif yang berasal dari partisipasi setiap divisi. Setiap jaringan Amazon di seluruh dunia ikut berperan dalam proyek, dimana seluruh aktifitasnya bertujuan mengurangi konsumsi energi dan menghilangkan waste. Penghematan energi yang terjadi dalam satu proyek Kaizen mungkin tidak terlihat signifikan, namun hasil yang didapat secara kumulatif mampu memberikan hasil yang amat berarti.

Bagaimana mereka melakukan proyek tersebut dan apa hasilnya? Mari simak pembahasan singkat mengenai praktek Kaizen di setiap jaringan Amazon:

Hebron, Kentucky

Tim Amazon yang berbasis di Hebron bekerja untuk merancang sebuah proses loading yang paling efisien untuk truk pengirim barang di fasilitas fulfillment center mereka. Mereka melakukan Kaizen dan menemukan cara untuk memuat jumlah kontainer ke setiap truk menjadi 20% lebih banyak dengan cara merekonfigurasi cara loading mereka ke dalam trailer. Sebagai hasil dari pembaruan tersebut, Amazon menghemat lebih dari US$3 juta dari biaya transportasi dan hemat lebih dari 300.000 galon bahan bakar setiap tahunnya. Penghematan bahan bakar ini mendukung kampanye pelestarian sumber daya alam Amazon.

Breinigsville dan Hazleton, Pennsylvania

Palet digunakan untuk berbagai fungsi di fulfillment center Amazon. Inventori baru biasanya datang dalam palet-palet, dan barang-barang pesanan pelanggan juga dikirim dalam palet. Di Breinigsville, tim Amazon secara reguler membuang ratusan palet setelah menerima kiriman inventori. Setelah mengetahui bahwa fulfillment center terdekat di Hazleton rutin membeli palet-palet baru setiap minggu, tim Kaizen di Breinigsville menciptakan proses baru berupa memberikan palet berlebih mereka kepada Hazleton dengan memuatnya didalam truk yang memang melakukan kunjungan rutin ke dua tempat tersebut. Sebagai hasil dari proses baru ini, ratusan palet ditransfer setiap minggu, memberikan penghematan sebesar US$100.000 pertahun. Proses ini juga mendukung kampanye hijau Amazon.

Lexington, Kentucky

Di fulfillment center Amazon di Lexington, tim mempelajari tentang kebiasaan kerja di area bulk-storage yang, walaupun pada akhir minggu area ini jarang digunakan, listriknya terus menyala. Tim ini lalu melakukan penelitian tingkat pencahayaan dan menemukan bahwa pada area tersebut terdapat terlalu banyak lampu. Jenis pekerjaan yang dilakukan disana sesungguhnya tidak memerlukan lampu sebanyak itu. Lalu dilakukan Kaizen dimana 120 lampu ditiadakan secara permanen, dan sebanyak 34 lampu dimatikan selama akhir minggu. Hasilnya adalah penghematan energi sebanyak lebih dari 450.000 kWh pertahun. Jumlah ini mampu memberikan pasokan listrik bagi 33 rumah di Kentucky sepanjang tahun.

Allentown, Pennsylvania

Amazon biasa mengirimkan produk dari fulfillment center yang besar menuju jaringan distribution center yang lebih kecil. Dahulu, mereka mengirimkan barang dalam palet yang disusun dalam satu tumpukan. Karena distribution center kecil mereka tidak mempunyai forklift, mereka tidak bisa membongkar barang yang disusun dalam dua tumpukan. Setelah dilakukan analisa oleh tim Kaizen, Amazon lalu menyediakan forklift di seluruh distribution center sehingga mereka dapat membongkar tumpukan ganda. Kini truk yang membawa barang dapat memuat dua kali lipat lebih banyak, setara dengan kargo. Ini menghasilkan penghematan jarak sebanyak 1,1 juta mil dan lebih dari 175.000 galon bahan bakar pertahun.

Milton Keynes, Inggris – Gourock, Skotlandia – Swansea, Wales

Amazon menerima inventori baru setiap hari dari vendor-vendor di seluruh dunia. Biasanya inventori datang dalam kotak kardus, yang akan didaur ulang ketika barang dikeluarkan. Pada tahun 2009, tim Earth Kaizen mulai menjalankan proyek yang fokus kepada penggantian kotak kardus menjadi tote-bag (tas belanja) yang dapat digunakan berulang kali, dengan tujuan menghilangkan waste dan memotong biaya yang dikeluarkan kedua belah pihak. Kini vendor-vendor mulai mengirim barang dalam tote bag, dan hasilnya satu dari sepuluh pengiriman inventori ke fulfillment center Amazon di Inggris kini berjalan tanpa adanya waste berupa kardus bekas.

Bad Hersfeld, Jerman

Tim Earth Kaizen di Amazon fulfillment center di Bad Hersfeld menemukan bahwa area high-rack dan palet di fasilitas mereka lampunya dinyalakan lama sebelum para pekerja datang untuk bekerja. Bekerjasama dengan teknisi lokal, tim ini lalu mengembangkan sebuah proses yang memungkinkan 2400 lampu fluorescent di area tersebut hanya menyala jika para pekerja sedang bekerja. Usaha mereka membuahkan hasil berupa penghematan 10.000 kWh pertahun di fasilitas tersebut.

Orleans, Perancis

Pegawai Amazon di Orleans biasa membuang segala jenis limbah, seperti kardus dan plastik pembungkus, dalam sebuah compactor. Sebuah tim Kaizen menata ulang proses tersebut. Kini semua limbah dipisahkan sebelum dibuang ke compactor yang juga terpisah, agar dapat didaur ulang. Hasilnya, fasilitas tersebut kini mendapatkan kembali 60% dari biaya pembuangan dengan menjual plastik dan kardus bekas kepada vendor pendaur ulang di Perancis.

Ichikawa, Jepang

Di fulfillment center Ichikawa, terdapat sebuah sistem sabuk konveyor yang kompleks, yang digunakan untuk memindahkan barang dari rak untuk kemudian dimasukkan ke dalam kotak dan dikirim kepada pelanggan Amazon. Tim Earth Kaizen Ichikawa merancang solusi yang sederhana namun efektif untuk mengurangi pemakaian daya oleh sistem konveyor tersebut. Caranya adalah dengan membuat panduan visual bagi karyawan yang menunjukkan cara mematikan sistem konveyor saat tidak digunakan. Perbaikan ini menghasilkan penghematan daya sebesar 20.000 kWh pertahun.

Guangzhou, Cina

Di fulfillment center di Guangzhou, Amazon menerima produk-produk bagi pelanggan dari berbagai vendor. Ketika produk dimasukkan ke gudang, semua material packaging dilepas dan dibuang. Tim Kaizen merancang suatu proses mensortir sampah packaging, sehingga karton dan plastik pembungkus dapat didaur ulang. Hasilnya, fasilitas tersebut kini telah mendaur ulang 40.000 kotak kardus dan lebih dari 8000 kg material pembungkus pertahun.

Highlight

Amazon sebagai perusahaan retail online terbesar di dunia sangat memperhatikan efisiensi yang terjadi dalam setiap proses dan termasuk supply chain-nya. Tidak hanya itu. Dengan praktek Lean Six Sigma dan Kaizen, perusahaan tersebut sangat memperhatikan dampak dari keberadaan dan aktifitas mereka terhadap lingkungan. Pola pikir inilah yang membuat Amazon disegani sebagai perusahaan dengan excellent business process sekaligus green retailer yang membawa banyak manfaat tidak hanya bagi perjalanan bisnis mereka sendiri, namun juga kelangsungan hidup lingkungan di sekitar mereka.

———————–

Sumber: Amazon.com

http://shiftindonesia.com/kaizen-di-amazon-com-green-strategy-dan-efisiensi/

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Finance n Economy, Kuliah and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s