akuisisi BTN oleh Mandiri

Sejujurnya, wacana akuisisi terhadap BTN oleh PT Bank Mandiri Tbk merupakan strategi yang cerdas. Selain merupakan pemenuhan terhadap salah satu butir ketentuan pada Arsitektur Perbankan Indonesia (API) tentang single presence, juga merupakan rintisan bagi upaya menuju konsolidasi perbankan nasional agar menjadi bank yang kuat dan disegani, setidaknya di tingkat Asean.

Beberapa tahun silam, di era Menteri Negara BUMN Sugiharto, wacana serupa juga mengemuka, yakni rencana pengakuisisian BTN oleh bank yang lebih besar, dan ketika itu PT Bank Negara Indonesia Tbk yang digadang-gadang sebagai entitas usaha induk.

Sayangnya, selama proses pewacanaan aksi korporasi terhadap BTN itu, baik waktu itu maupun saat ini, terlalu banyak kalangan yang sebenarnya kurang memahami duduk persoalan sebenarnya bersikap kontra dan menyampaikan keberatan atas rencana tersebut.

Tidak sedikit bahkan pelaku maupun tokoh—yang mengaku pakar— industri properti, yang menjadi domain utama BTN, turut berkomentar di media massa bahwa aksi korporasi tersebut akan menghilangkan peran bank yang sudah memberikan kontribusi tidak kecil dalam pembangunan sektor perumahan di Indonesia tersebut.

Sejumlah media pun, yang tidak mendalami permasalahan tersebut, ikut-ikutan mengarahkan agar proses akuisisi tersebut tidak terwujud. Sering terbaca pemberitaan sejumlah media mengenai hal itu cenderung tidak berimbang, karena lebih mengedepankan aspek kontroversi.

Koran ini melihat adanya gejala pengelabuan publik terhadap isu akuisisi yang sebenarnya dimaksudkan untuk tujuan yang jauh lebih besar itu. Betapa tidak. Dengan akuisisi BTN oleh Mandiri ataupun bank lain yang jauh lebih besar, secara akal sehat akan menciptakan entitas bisnis yang lebih besar.

Mungkin di antara sejumlah penentang akuisisi itu masih rancu dengan program merger atau penggabungan usaha. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata akuisisi selain diartikan sebagai pemindahan kepemilikan perusahaan atau aset juga berarti cara memperbesar perusahaan dengan cara memiliki perusahaan lain.

Sedangkan merger diartikan sebagai pengambilalihan seluruh aktiva dan pasiva yang dimiliki suatu perusahaan untuk digabungkan dengan perusahaan yang mengambil alih atau perusahaan yang baru. Menilik pernyataan resmi kuasa pemegang saham—yang dalam hal ini Menteri BUMN—bahwa proses yang disiapkan adalah akuisisi, maka sebenarnya yang terjadi nantinya adalah perubahan kepemilikan saja.

Bila selama ini pemilik 60,14% saham adalah Menteri Keuangan, maka nantinya pemilik saham itu Bank Mandiri, yang 60% sahamnya juga dimiliki pemerintah juga.

Setelah proses akuisisi, operasional BTN mungkin tidak ada yang berubah secara signifikan. Malah, efisiensi usaha yang pasti terjadi, misalnya penggunaan sistem teknologi informasi secara bersama yang tadinya masing-masing bank menggunakan sistem sendiri-sendiri. Tapi hal itu justru lebih menguntungkan stakeholders.

Dengan menjadi anak perusahaan Mandiri, seandainya terwujud, fungsi intermediasi BTN sebagai bank yang fokus di bidang pendanaan perumahan rasanya tidak akan berkurang atau malah ternihilkan.

Justru yang akan terjadi sebaliknya, karena memiliki BTN, Mandiri sebagai bank yang selama ini juga melayani portofolio kredit di sektor perumahan akan dapat lebih fokus melakukan pembiayaan sektor lain. Sedangkan portofolio kredit perumahan akan lebih dikonsentrasikan di BTN sebagai anak usaha.

Dengan demikian, volume usaha BTN yang selama ini mungkin lebih bertindak sebagai single fighter akan memperoleh tambahan dukungan pendanaan yang lebih massif, sehingga kondisi BTN justru lebih solid. Ini skenario yang seharusnya justru didukung, karena dengan demikian cita-cita bangsa ini untuk memiliki perbankan berskala besar yang mampu berbicara di tingkat Asean akan terjawab.

Sumber: Bisnis Indonesia 24 April 2014

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s