KASUS KOPERASI CIPAGANTI

Kronologis Masalah

Kasus penipuan dan penggelapan dana yang dilakukan Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP) turut menyeret nama PT Cipaganti Cipta Graha Tbk (CPGT) karena keduanya berada dalam satu group yakni Cipaganti Group. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (20/7/2014), disampaikan perseroan bahwa CPGT dan KCKGP merupakan dua bidang usaha dalam satu payung Brand Cipaganti Group. Namun kendati dalam satu group yang sama badan hukum berbeda dan bisnis yang berbeda. Selama ini dalam pemberitaan terdapat kesan KCKGP dan CPGT menjadi satu karena sebagian besar pengurus KCKGP menjadi pengurus di CPGT dan menggunakan nama yang sama.

Modus yang dilakukan Andianti adalah menghimpun penyertaan modal dari mitra sejak 2008 hingga 2014. Dari situ terkumpul duit sekitar Rp 3,2 triliun. Berdasarkan kesepakatan uang koperasi ini akan diputar lewat usaha SPBU, transportasi, alat berat dan lainnya. Perusahaan yang lini bisnisnya di sektor transportasi ini sejak beberapa tahun terakhir mencoba peruntungan dengan menggarap sektor pertambangan melalui anak usahanya, PT Cipaganti Inti Resources dan juga menggarap bisnis alat berat melalui PT Cipaganti Heavy Equipment. Koperasi Cipaganti menawarkan keuntungan atau imbal hasil setiap bulan berkisar antara 1,4 persen sampai dengan 1,6 persen disesuaikan dengan masa kemitraan yang dipilih oleh investor yaitu antara 1 sampai 5 tahun. Untuk tenor satu tahun, imbal hasilnya 1,4 persen per bulan. Sedangkan untuk tenor dua tahun sekitar 1,5 persen per bulan dan 1,6 persen per bulan untuk tenor tiga tahun Untuk tenor 4-5 tahun, imbal hasilnya bisa mencapai 1,65-1,7 persen per bulan.

Pada bulan April 2014 lalu diketahui, kesehatan Cipaganti Grup mulai terganggu saat dana kelolaan yang diputar di perusahaan pertambangan milik Cipaganti menjadi tak maksimal karena kinerja bisnis pertambangan lesu. Otomatis, kondisi ini juga berimbas ke Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada yang selama ini memasok pendanaan untuk anak perusahaan Grup Cipaganti.

Perusahaan pun harus rela menjual aset-asetnya untuk melunasi utang. Tidak hanya itu, penjualan aset tidak produktif dilakukan untuk memenuhi kewajiban Koperasi Cipaganti memberikan imbal hasil kepada nasabah setiap bulannya. Sebab, selama ini Koperasi Cipaganti kesulitan membayar return per bulannya. Koperasi gagal bayar dan tidak berjalan sedangkan sisa uang mitra tidak jelas penggunaannya, dan cenderung tidak dapat dipertanggungjawabkan

 Pada 8 Mei 2014, pengurus Koperasi Cipaganti menyampaikan kepada mitra usaha perihal pembentukan tim restrukturisasi utang koperasi.?

Tim Restrukturisasi terdiri dari Penasehat Keuangan, Penasehat Hukum dan Penasehat Investor Relations yang berasal dari para profesional dan bersifat independen. Tim akan bekerja sama dengan pengurus koperasi guna merumuskan solusi yang komprehensif atas masalah yang sedang dihadapi oleh Koperasi. Tim ini akan mengevaluasi bisnis-bisnis serta pola restrukturisasi yang sesuai. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari komitmen pengurus Koperasi menyelesaikan persoalan yang ada. Tidak hanya itu, pembentukan tim ini diklaim sebagai salah satu bentuk itikad baik pengurus koperasi.

 Setelah membentuk tim restrukturisasi, pengurus koperasi Cipaganti mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Surat tersebut diajukan pada 19 Mei 2014. Dalam suratnya kepada mitra, pengurus koperasi Cipaganti mengatakan bahwa koperasi akan mengajukan rencana perdamaian melalui Pengurus PKPU kepada para Mitra dan kreditur. Apabila sebagian besar Mitra dan kreditur lain ?menyetujui Rencana Perdamaian ini pada Rapat Pemungutan Suara Rencana Perdamaian pada tanggal 1 Juli 2014, maka Koperasi akan berada di dalam status PKPU Tetap dimana Koperasi masih akan berjalan demi meningkatkan nilai harga kekayaan Koperasi. Apabila Rencana Perdamaian ditolak oleh kuorum, maka Koperasi akan dinyatakan Pailit.

Korban Kasus Fraud Koperasi Cipaganti.

Belum diketahui jumlah pasti, namun berdasarkan penyelidikan polisi, Koperasi Cipaganti memiliki mitra hingga 8.700 orang lebih sejak berdiri tahun 2007. Untuk menjadi seseorang mitra minimal harus menyetorkan modal uang Rp 100 hingga 300 juta.

Pelaku atau Penyebab Terjadinya Fraud

Kasus dugaan penipuan ini telah melibatkan 3 petinggi grup Cipaganti yakni Direktur Utama PT Cipaganti Citra Graha Tbk Andianto Setiabudi, Komisaris Utama Julia Sri Redjeki dan Komisaris Perseroan Yulinda Thendrawati yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mulanya Cipaganti  hanya berfokus pada transportasi darat, seperti bisnis sewa mobil, setelah semakin sukses bisnis Cipaganti terus berkembang menjadi jasa taksi, rental shuttle travel bus, dan sejenisnya. Tetapi belakangan, bisnis Cipaganti melebar. Mereka tergoda masuk ke pertambangan batu bara, rental alat-alat berat, properti, dan perbankan (BPR syariah). Kini, bisnis-bisnis itulah yang saya duga menjerat Cipaganti dan membuat CEO Cipaganti Group, AS, ditahan polisi karena dugaan penipuan dana milik ribuan nasabah Koperasi Cipaganti.

Jumlah dana yang berhasil dihimpun koperasi itu sejak 2007 mencapai Rp 3,2 triliun. Dana ini kemudian diinvestasikan ke berbagai anak usaha Cipaganti Group. AS ditahan karena koperasinya tidak bisa lagi membayar imbal hasil investasi kepada mitra-mitranya tadi. Alasannya, bisnis pertambangan batu bara ternyata tak seindah yang diimpikan banyak orang. Harga komoditi itu merosot sejak 2012. Ketika saya menelusuri lebih jauh soal imbal hasil yang ditawarkan, nilainya memang mengagetkan. Dengan menyetorkan dana minimal Rp100 juta, Koperasi Cipaganti berani menawarkan imbal hasil mulai dari 16,8% (tenor satu tahun) sampai mencapai 20,4% (tenor lima tahun). Semuanya fixed. Itu jelas sangat tinggi, melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi nasional ditambah dengan tingkat inflasi per tahun. Kita tahu, tahun 2014 ini pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan berkisar 5,5% dan inflasi berkisar 4,5%. Jadi, totalnya 10%. Nah, imbal hasil investasi Koperasi Cipaganti saya anggap tinggi karena angkanya di atas 10% per tahun. Iming-iming imbal hasil setinggi itu tentu menggiurkan pemilik uang yang ingin melipatgandakan kekayaannya tanpa harus bekerja keras. 

Padahal margin bisnis transportasi darat yang digeluti Cipaganti hanya berkisar 15%—masih di bawah imbal hasil yang dijanjikan Koperasi Cipaganti. Lalu, bisnis pertambangan adalah bisnis padat modal dan berjangka panjang. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa mengembalikan investasi yang sudah ditanamkan dalam bisnis ini.

Diduga lesunya bisnis batu bara membuat usaha tambang Cipaganti juga sudah berada dalam posisi point of no return. Untuk mencari dana guna membiayai investasinya, Cipaganti terpaksa membayar dengan harga mahal, sampai 20,4% pertahun. Dan, kini mereka tak sanggup membayarnya. Sebetulnya kasus gagal bayar dengan iming-iming imbal hasil yang tinggi, yang mirip dengan skema Ponzi, sudah berulang kali terjadi di negeri ini. 

Referensi

http://finance.detik.com/read/2014/06/25/150130/2619040/6/korban-koperasi-cipaganti-banyak-dari-kalangan-atas-yang-tergiur-untung-besar diakses Minggu, 17 Agustus 2014

http://economy.okezone.com/read/2014/07/20/320/1015357/lihat-rencana-penyelesaian-kasus-koperasi-cipaganti-di-sini diakses Minggu, 17 Agustus 2014

http://www.merdeka.com/uang/5-fakta-di-balik-kasus-gagal-bayar-koperasi-cipaganti/kinerja-perseroan-terganggu.html  diakses Minggu, 17 Agustus 2014

Mismatch Cipaganti, Rhenald Kasali ; Pendiri Rumah Perubahan, KORAN SINDO, 26 Juni 2014

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s