Tidak Ada Kompromi, Tidak Ada Toleransi, dalam hal Keselamatan Penerbangan

Sebelumnya artikel ini, digitalthree  “Turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban pesawat (AirAsia) QZ8501, semoga selalu diberi ketabahan dan kekuatan. Mari kita panjatkan doa pada Tuhan Yang Maha Pengasih, semoga mereka yang meninggal dalam penerbangan AirAsia QZ8501 mendapatkan limpahan kasih Tuhan.”

Dalam pelaksanaannya, setiap regulasi yang telah dibuat membutuhkan ketaatan dan ketegasan. Tanpa ketaatan dan ketegasan, regulasi yang dibuat secara seketat apapun hanya terlihat bagus di atas kertas, tapi dalam pelaksanaannya menjadi buruk dan tentu akan timbul banyak masalah. Ketaatan tersebut harus dapat diciptakan oleh seluruh elemen mulai dari pemerintah sebagai regulator, perusahaan penerbangan serta pengelola infrastruktur penerbangan sebagai operator, dan masyarakat sebagai user atau pengguna karena pada dasarnya ketaatan dan kepatuhan pada regulasi penerbangan pertama-tama ialah demi keselamatan penerbangan, demi keselamatan manusia.

Clip

Cuaca memang bisa menjadi  penyebab kecelakaan pesawat. Namun, kita tidak dapat selalu mengambinghitamkan cuaca apabila kecelakaan yang terjadi disebabkan maskapai menyepelekan laporan cuaca dari pihak berwenang. Pemberitaan media yang digitalthree dapatkan mengatakan: Pesawat terbang pukul 06.00, sedangkan Air Asia baru minta prakiraan cuaca ke BMKG pukul 07.00. Itu pun setelah pesawat hilang kontak. Padahal, sesuai dengan regulasi, laporan cuaca itu menjadi salah satu poin yang mesti dijelaskan pada saat briefi ng pilot sebelum mereka terbang. Sidak Kemenhub menunjukkan, briefing pilot kerap tidak dilakukan Fight Operation Officer  (FOO), termasuk kepada pilot QZ8501.

Langkah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang langsung melakukan sidak ke sejumlah maskapai untuk mengingatkan kepatuhan itu patut diapresiasi. Keputusan Kementerian Perhubungan yang membekukan sementara izin Air Asia rute Surabaya-Singapura sampai hasil penyelidikan rampung. Air Asia rute Surabaya-Singaoura dibekukan karena melanggar jadwal terbang juga sudah benar karena sesuai regulasi ijin terbang Air Asia tidak ada jadwal terbang dari Surabaya ke Singapura pada hari Minggu.

Kita harus mengetahui bahwa bisnis maskapai penerbangan adalah bisnis yang bersifat highly regulated, padat teknologi canggih, dan padat modal. Oleh karena itu safety and security of transportation harus selalu diutamakan. Apabila sistem keselamatan dan keamanan penerbangan yang dibuat lemah atau tidak dilaksanakan, bisnis ini menjadi berbahaya. Mengupayakan keselamatan memang mahal, tapi nyawa manusia lebih tidak ternilai harganya. Tindakan tegas Kemenhub dengan melakukan pembekuan izin merupakan harga yang harus dibayar mahal oleh perusahaan penerbangan nakal demi keselamatan manusia yang tak ternilai harganya dan semoga ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi dunia penerbangan di Indonesia ke depannya agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. (digitalthree)

About vincenthree

Im young, talented, I like a challenge, reliable, and creative. I try to share about news, knowledge and my experience in my life, my college, you can read any topics, more than digital, IT, musics, autos, adventure, healthy life, etc
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s